Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Beranda · 12 Feb 2024 14:12 WIB

Beras Mahal dan Langka, Ini Sebabnya Kata Disperindag Jabar…


					Beras Mahal dan Langka, Ini Sebabnya Kata Disperindag Jabar… Perbesar

BANDUNG (Pajajaran Ekspres) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat Noneng Komara Nengsih mengungkapkan, mahalnya harga beras saat ini disebabkan belum adanya panen raya.

Bahkan akibatnya, tidak hanya mahal tetapi juga terjadi kelangkaan untuk kelas beras medium dan premium di minimarket maupun ritel.

“Intinya kosong, karena harga tinggi. Masa tanam bergeser, belum ada panen raya sekarang. Ini karena dampak El Nino kemarin yang panjang,” ujarnya saat dihubungi, Senin 12 Februari 2024.

Kendati demikian, Noneng mengaku telah berkoordinasi bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jabar dan Bulog terkait kelangkaan ini.

Baca Juga :  Anggaran Rp3,1 Miliar Disiapkan Pemprov Jabar untuk OPADI HKBN Idul Adha

“Kami sudah berkomunikasi dengan Aprindo dan Bulog terkait kelangkaan beras di pasar ritel,” ucapnya.

Mengenai ketersediaan beras, Noneng menerangkan sejauh ini Bulog mengklaim masih terbilang aman untuk di pasar tradisional, walaupun harganya tinggi. Berbeda dengan ritel atau minimarket yang langka ketersediaannya, karena tidak bisa menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Stok tersedia. Namun harga cukup tinggi, di pasar rakyat itu barang lengkap. Namun harganya sudah di atas HET. Ini sebabnya ritel (kosong) karena ritel tidak bisa menjual di atas HET,” terangnya.

Bulog juga memastikan kata dia, jika dalam dua hari ke depan distribusi akan berjalan lancar. Bulog pun akan menggelontorkan stok beras yang ada, ke pasar ritel.

Baca Juga :  Akselerasi SIINas, Upaya Pemprov Dongkrak Industri di Jabar

Berdasarkan pantauan Indag Jabar, harga beras medium dan premium melewati HET. Noneng mencatat, HET beras medium yang sebelumnya Rp10.900 per kilogram kini sudah mencapai Rp14.000 per kilogram.

Sementara HET premium Rp13.900 per kilogram sudah menyentuh Rp16.00p per kilogram. Noneng berharap situasi ini segera terkendali meski panen raya baru akan berlangsung pada April mendatang. “El Nino dampaknya panjang, biasanya panen raya itu Februari. Saya juga mau memastikan apakah ada daerah yang sudah bisa panen,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 145 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Karawang Gelar Pelatihan PPGD di Kecamatan Telagasari untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Korban Kecelakaan

22 Juli 2026 - 08:44 WIB

Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Pajak Kendaraan Bermotor dan Keselamatan Lalu Lintas di Desa Santing Kecamatan Losarang

22 Juli 2026 - 08:34 WIB

Pertumbuhan Kinerja Perkuat Layanan Jasa Raharja bagi Masyarakat

21 Juli 2026 - 08:05 WIB

Operasi Gabungan Tim Pembina Samsat Kabupaten Bogor di Simpang Sentul, Jasa Raharja Dorong Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor

21 Juli 2026 - 08:02 WIB

Jasa Raharja Dorong Aksi Nyata Keselamatan Melalui Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan Kabupaten Subang

21 Juli 2026 - 07:59 WIB

Jasa Raharja Dorong Aksi Nyata Keselamatan Melalui Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan Kabupaten Subang (Humas-Jbr)

21 Juli 2026 - 07:57 WIB

Trending di Berita Daerah