Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Beranda · 12 Feb 2024 14:12 WIB

Beras Mahal dan Langka, Ini Sebabnya Kata Disperindag Jabar…


					Beras Mahal dan Langka, Ini Sebabnya Kata Disperindag Jabar… Perbesar

BANDUNG (Pajajaran Ekspres) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat Noneng Komara Nengsih mengungkapkan, mahalnya harga beras saat ini disebabkan belum adanya panen raya.

Bahkan akibatnya, tidak hanya mahal tetapi juga terjadi kelangkaan untuk kelas beras medium dan premium di minimarket maupun ritel.

“Intinya kosong, karena harga tinggi. Masa tanam bergeser, belum ada panen raya sekarang. Ini karena dampak El Nino kemarin yang panjang,” ujarnya saat dihubungi, Senin 12 Februari 2024.

Kendati demikian, Noneng mengaku telah berkoordinasi bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jabar dan Bulog terkait kelangkaan ini.

Baca Juga :  Pemkot Bandung dan Bulog akan pasok 500 ton beras kendalikan Inflasi

“Kami sudah berkomunikasi dengan Aprindo dan Bulog terkait kelangkaan beras di pasar ritel,” ucapnya.

Mengenai ketersediaan beras, Noneng menerangkan sejauh ini Bulog mengklaim masih terbilang aman untuk di pasar tradisional, walaupun harganya tinggi. Berbeda dengan ritel atau minimarket yang langka ketersediaannya, karena tidak bisa menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Stok tersedia. Namun harga cukup tinggi, di pasar rakyat itu barang lengkap. Namun harganya sudah di atas HET. Ini sebabnya ritel (kosong) karena ritel tidak bisa menjual di atas HET,” terangnya.

Bulog juga memastikan kata dia, jika dalam dua hari ke depan distribusi akan berjalan lancar. Bulog pun akan menggelontorkan stok beras yang ada, ke pasar ritel.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Targetkan Tahun Ini Gunakan Produk Dalam Negeri Minimal 95 Persen

Berdasarkan pantauan Indag Jabar, harga beras medium dan premium melewati HET. Noneng mencatat, HET beras medium yang sebelumnya Rp10.900 per kilogram kini sudah mencapai Rp14.000 per kilogram.

Sementara HET premium Rp13.900 per kilogram sudah menyentuh Rp16.00p per kilogram. Noneng berharap situasi ini segera terkendali meski panen raya baru akan berlangsung pada April mendatang. “El Nino dampaknya panjang, biasanya panen raya itu Februari. Saya juga mau memastikan apakah ada daerah yang sudah bisa panen,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 147 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Terus Bergerak, Tiga Ahli Waris Korban KM Virgo Terima Santunan di Jawa Timur

3 Oktober 2026 - 07:39 WIB

PT Jasa Raharja dan PT Jasa Raharja Putera Serahkan Santunan kepada Korban Kecelakaan Kapal KM Virgo Transport 8 di Perairan Masalembo

2 Oktober 2026 - 07:34 WIB

PJ Samsat Ciamis Bersama Tim Pembina Samsat Kabupaten Gelar Rapat Persiapan Operasi Gabungan Oktober 2026

2 Oktober 2026 - 07:30 WIB

PJ Samsat Induk Sukaraja Laksanakan Rekonsiliasi Penerimaan Bulan September 2026 Bersama Kepala P3D Wilayah Kabupaten Tasikmalaya

2 Oktober 2026 - 06:28 WIB

Jasa Raharja Bogor Sinergitas Optimalisasi Penelusuran KTMDU dan KBMDU melalui Rapat Evaluasi Samsat Kota Bogor

2 Oktober 2026 - 06:11 WIB

Sosialisasi Opsen Pajak dan Kepatuhan Pembayaran Pajak di Wilayah Kampus Horizon Karawang

1 Oktober 2026 - 23:14 WIB

Trending di Berita Daerah