BANDUNG – DPD PDI Perjuangan Jawa Barat menggelar Haul Bung Karno ke-55 di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Jalan Pelajar Pejuang 45 No. 1 Bandung, Minggu Malam (22/6).
Dalam sambutannya, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap Bung Karno sebagai Bapak Bangsa dan
momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme yang diwariskan oleh Sang Proklamator.
“Bung Karno adalah sosok bapak bangsa yang banyak memberikan kontribusi kepada negara. Perjuangan Bung Karno untuk NKRI mempunyai perjalanan yang panjang,” ujar Ono.
Ono pun menceritakan kisah perjuangan Bung Karno di Bandung. Menurut Ono, Bandung mempunyai perjalanan sejarah penting bagi Bung Karno.
“Beliau menggali Pancasila di Bandung, melakukan pergerakan di Bandung, ditahan di satu penjara yang ruangnya sangat kecil sekali. Beliau menulis yang akhirnya menggetarkan seluruh dunia,” tambahnya.
Selain itu Ono berkata, Bung Karno bukanlah pencipta Pancasila, namun penggali Pancasila.
Pancasila sebenarnya sudah ada di masyarakat Indonesia, sebelum zaman kemerdekaan.
“Indonesia mengenal Pancasila sebagai filosofi bangsa, jalan hidup bangsa Indonesia. Sampai saat ini Pancisila tegak berdiri,”tegas Ono.
Dirinya pun meminta agar semua kader PDI Perjuangan tidak melakukan sejarah. Selain itu juga dapat mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari hari.
“Jangan pernah melupakan sejarah,”tegas Ono.
Pada kesempatan itu juga Ono membacakan kisah Bung Karno, saat saat akhir hayatnya berjudul Sepi Sunyi dan Terasing.
Sepi, sunyi, dan terasing adalah frasa yang menggambarkan kondisi Bung Karno, presiden pertama Indonesia, menjelang akhir hayatnya setelah dilengserkan dari kekuasaan dan diasingkan secara politik.



























