BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong keterlibatan industri di sekolah vokasi, guna menekan angka pengangguran.
Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Machmudin menuturkan, harus ada link and match antara kebutuhan dan ketersediaan.
Sebab pada saat ini, ketersediaan belum mampu menyesuaikan kebutuhan industri. Sehingga banyak angkatan kerja tidak terserap maksimal.
“Kita berharap agar lebih banyak lagi kerjasama antara SMK dan perusahaan, yanh bisa membantu agar tingkat pengangguran tidak tinggi. Minimal bisa tersalurkan semua,” kata Bey Machmudin di Kota Bandung, Kamis 14 November 2024.
Salah satunya seiring hadirnya industri mobil listrik di Kabupaten Subang, dimana Pemprov Jabar kata dia agar mereka selain membangun pabrik, tetapi juga memberikan pelatihan.
Sehingga ketika pabrik selesai, tenaga kerjanya juga sudah siap dan sudah bisa beroperasi maksimal.
“Itu memang harus mulai beralih ke padat teknologi, jangan hanya padat karya,” ucapnya.
Sementara Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa Karya Guna mengatakan, kapabilitas lulusan SMK atau sekolah vokasi harus ditingkatkan.
Selain itu, pola pikir atau kebiasaan enggan bekerja di tempat yang jauh dari rumah juga harus digeser, dalam mengurangi angka pengangguran.
“Banyak yang tidak mau bekerja dengan jarak yang terlalu jauh dari tempat tinggal. Ini menjadi PR buat pemerintah, bagaimana melakukan edukasi,” tuturnya.
Dia berharap, sejumlah kendala ini dapat segera dirampungkan sehingga angkatan kerja di Jawa Barat dapat terakomodir, dimana nantinya akan berdampak dengan menurunnya angka pengangguran.



























