BANDUNG – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung pembangunan rumah susun (rusun) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang berlokasi di Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Bandung.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP didampingi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Kepala Kejati Jabar Hermon Dekristo.
Pembangunan rusun menunjukkan progres signifikan. Hingga pertengahan April 2026, realisasi fisik telah mencapai 32,40%, melampaui rencana sebesar 10,18%, atau deviasi positif +22,22%. Sementara itu, realisasi keuangan tercatat sebesar 20%. Proyek ini ditargetkan selesai pada 5 Oktober 2026.
Menteri PKP menegaskan bahwa percepatan pembangunan harus tetap diimbangi dengan kualitas yang optimal.
“Kita tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga kualitas. Hunian ini harus benar-benar layak, aman, dan bisa digunakan dalam jangka panjang,” ujar Maruarar Sirait.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa II atas capaian progres yang melampaui target.
“Saya mengapresiasi kinerja BP3KP Jawa II yang mampu melampaui target. Kita dorong agar proyek ini bisa selesai lebih cepat dari waktu kontrak tanpa mengurangi kualitas,” tambahnya.
Rusun yang dibangun terdiri dari dua lantai tipe Arthaloka dengan total 44 unit hunian tipe 36. Setiap unit dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi, serta area cuci dan jemur.
Selain itu, tersedia berbagai fasilitas pendukung seperti balai warga, minimarket, mushola, ruang serbaguna, serta area parkir yang mampu menampung 24 mobil dan 46 sepeda motor.


























