Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Pendidikan · 17 Des 2025 16:30 WIB

2 Mahasiswa UPI Ikut Diberangkatkan Bersama Relawan Medis ke Langkat Sumatera Utara


					2 Mahasiswa UPI Ikut Diberangkatkan Bersama Relawan Medis ke Langkat Sumatera Utara Perbesar

BANDUNG – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memberangkatkan dua mahasiswa sebagai bagian dari Tim Relawan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan menuju Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, untuk membantu penanganan kesehatan pascabencana banjir. Pelepasan tim dilakukan langsung oleh Rektor UPI Prof Didi Sukyadi, di Gedung Rektorat UPI, Selasa (16/12/2025).

Kedua mahasiswa tersebut adalah Ogi Permana, mahasiswa Program Profesi Ners Angkatan 2025, serta Mokh Rakhmad Abadi, mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan Olahraga Angkatan 2025. Keduanya bergabung bersama sepuluh dosen dalam tim relawan lintas fakultas.

Ogi Permana menjelaskan bahwa keterlibatannya sebagairelawan merupakan bagian dari tugas pengabdian sekaliguspenerapan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan.

“Keikutsertaan saya sebagai relawan merupakan bentukpengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi ilmu keperawatan yang telah saya pelajari. Saya ingin memberikankontribusi nyata dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana,” ujar Ogi dalam siaran persnya.

Selama bertugas di Langkat, kedua mahasiswa akanmembantu tim dosen dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pemeriksaan kesehatan dasar dan dukungan kegiatan medis di wilayah terdampak banjir.

Baca Juga :  Ridwan Kamil luncurkan Sekoper Cinta di 80 Desa

Menurut Ogi, kondisi lapangan pascabencana diperkirakanmenghadirkan sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan akses menuju lokasi hingga risiko meningkatnya penyakitakibat lingkungan yang kurang higienis.

“Akses ke lokasi kemungkinan terbatas karena dampakbanjir. Selain itu, kondisi lingkungan pascabencana bisa meningkatkan risiko penyakit infeksi seperti diare dan penyakit kulit,” katanya.

Meski demikian, Ogi mengaku telah mempersiapkan dirisecara akademik dan mental. Ia menyebut mata kuliahkeperawatan bencana dan kegawatdaruratan menjadi bekalutama dalam menghadapi situasi lapangan.

“Selain bekal ilmu, saya juga mempersiapkan kondisi fisik, mental, serta doa,” tambahnya.

Hal senada disampaikan oleh Mokh Rakhmad Abadi, mahasiswa Program Doktor Pendidikan Olahraga. Ia menilai keterlibatannya dalam tim relawan menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa lintas disiplin dalam mendukungpemulihan pascabencana.

Kedua mahasiswa memastikan bahwa keikutsertaan merekasebagai relawan telah mendapatkan izin dari orang tua. Ogimenyampaikan bahwa orang tuanya sempat merasa khawatir, namun akhirnya memberikan dukungan penuh setelah mendapat penjelasan.

Baca Juga :  Sumedang Siap Kerja Sama dalam Ketenagakerjaan, Pariwisata dan Perdagangan dengan Tokyo

“Orang tua awalnya khawatir, tetapi setelah dijelaskantujuan kegiatan, sistem pendampingan, dan pengawasan dariinstitusi, mereka mendukung penuh,” ujarnya.

Terkait mekanisme keberangkatan, Ogi menyebut bahwadirinya ditunjuk secara institusional untuk menjadi bagian daritim relawan.

“Kesempatan ini merupakan amanah. Saya merasa inimenjadi pengalaman berharga untuk menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan profesionalisme sebagai calonperawat,” katanya.

Pelepasan tim relawan ini menandai komitmen UPI dalammenghadirkan peran nyata sivitas akademika—termasukmahasiswa—dalam aksi kemanusiaan dan pengabdian kepadamasyarakat, khususnya bagi warga terdampak bencana alam.

Dua mahasiswa tersebut tergabung bersama tim relawan yang terdiri dari 12 orang, yakni 10 dosen dan 2 mahasiswa yang terdiri dari tiga fakultas di lingkungan UPI, yaitu Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), dan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK).

Artikel ini telah dibaca 98 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

inDrive Luncurkan SIAGA di Bandung, Hadirkan Respons Cepat untuk Tingkatkan Keselamatan Pengemudi dan Penumpang

24 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Jasa Raharja Hadirkan Samsat Keliling pada LEKKER Festival Budaya & Otomotif Nusantara 2026, Wajib Pajak Dapat Apresiasi Langsung

22 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Operasi Khusus Samsat Kawaluyaan: Jasa Raharja Bandung Perkuat Sinergi Sektor Swasta

21 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Jasa Raharja Sukabumi dan Satlantas Polres Sukabumi Kota Ajak Karyawan PT SCG Jadikan Keselamatan Lalu Lintas sebagai Budaya

21 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Audiensi dengan Bupati Kab Kuningan

21 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Rapat Koordinasi FLLAJ Kota Bandung dalam Percepatan Penanganan Darurat dan Perlindungan Penumpang Angkutan Jalan

20 Agustus 2026 - 12:12 WIB

Trending di Berita Daerah