Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 23 Jun 2025 06:26 WIB

Ono Surono: Haul Bung Karno Momentum Meneguhkan Kembali Nilai-Nilai Pengabdian Bung Karno Pada Bangsa


					Ono Surono: Haul Bung Karno Momentum Meneguhkan Kembali Nilai-Nilai Pengabdian Bung Karno Pada Bangsa Perbesar

BANDUNG – DPD PDI Perjuangan Jawa Barat menggelar Haul Bung Karno ke-55 di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Jalan Pelajar Pejuang 45 No. 1 Bandung, Minggu Malam (22/6).

Dalam sambutannya, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap Bung Karno sebagai Bapak Bangsa dan
momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme yang diwariskan oleh Sang Proklamator.

“Bung Karno adalah sosok bapak bangsa yang banyak memberikan kontribusi kepada negara. Perjuangan Bung Karno untuk NKRI mempunyai perjalanan yang panjang,” ujar Ono.

Ono pun menceritakan kisah perjuangan Bung Karno di Bandung. Menurut Ono, Bandung mempunyai perjalanan sejarah penting bagi Bung Karno.

“Beliau menggali Pancasila di Bandung,  melakukan pergerakan di Bandung, ditahan di satu penjara yang ruangnya sangat kecil sekali. Beliau menulis yang akhirnya menggetarkan seluruh dunia,” tambahnya.

Selain itu Ono berkata, Bung Karno bukanlah pencipta Pancasila, namun penggali Pancasila.

Pancasila sebenarnya sudah ada di masyarakat Indonesia, sebelum zaman kemerdekaan.

“Indonesia mengenal Pancasila sebagai filosofi bangsa, jalan hidup bangsa Indonesia.  Sampai saat ini Pancisila tegak berdiri,”tegas Ono.

Dirinya pun meminta agar semua kader PDI Perjuangan tidak melakukan sejarah. Selain itu juga dapat mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari hari.

“Jangan pernah melupakan sejarah,”tegas Ono.

Pada kesempatan itu juga Ono membacakan kisah Bung Karno, saat saat akhir hayatnya berjudul Sepi Sunyi dan Terasing.

Sepi, sunyi, dan terasing adalah frasa yang menggambarkan kondisi Bung Karno, presiden pertama Indonesia, menjelang akhir hayatnya setelah dilengserkan dari kekuasaan dan diasingkan secara politik.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Kolaborasi Akademisi dan Instansi, Survei Kajian Faktor Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas di Wilayah Polres Bogor

30 April 2026 - 12:30 WIB

Opsgab Tim Pembina Samsat Kabupaten Bandung Barat Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak di Padalarang

30 April 2026 - 07:12 WIB

Samsat Haurgeulis Glorifikasikan “Gebyar Apresiasi” Kepatuhan Wajib Pajak di Desa Haurkolot

29 April 2026 - 10:42 WIB

Jasa Raharja Ajak Tenaga Pengajar untuk Peduli Keselamatan Lalu Lintas kepada Murid

29 April 2026 - 10:40 WIB

Pastikan Hak Korban Terpenuhi, Seluruh Ahli Waris Korban Meninggal Dunia Kecelakaan KRL di Bekasi Sudah Terima Santunan Jasa Raharja

29 April 2026 - 07:14 WIB

Jasa Raharja Bogor Gelar Kegiatan Sigap Prioritas dan Sigap Instansi Bersama Mitra Samsat Depok II Cinere

28 April 2026 - 23:56 WIB

Trending di Berita Daerah