Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Headline · 4 Nov 2025 18:23 WIB

UPI Kukuhkan 12 Guru Besar, Rektor Bilang Tidak Boleh Berhenti Mencari dan Menemukan Ilmu


					UPI Kukuhkan 12 Guru Besar, Rektor Bilang Tidak Boleh Berhenti Mencari dan Menemukan Ilmu Perbesar

BANDUNG – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengukuhkan 12 dosen sebagai guru besar pada upacara akademik Pengukuhan Guru Besar UPI Tahun 2025 yang digelar di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kampus Bumi Siliwangi, pada Selasa-Rabu (4-5/11/2025).

Ke-12 guru besar tersebut, UPI kini memiliki 240 Guru Besar atau 14,6 persen dari 1600 lebih dosen yang ada di UPI dari berbagai bidang keilmuan yang tersebar di sembilan fakultas, termasuk dari kampus UPI daerah dan sekolah pasca sarjana.

“Untuk mencapai jabatan ini bukanlah hal yang mudah, namun ini perjalanan karir yang sangat panjang, mulai dari menjadi dosen, yang kemudian menata karirnya,” kata Ketua Dewan Guru Besar UPI Prof Dadang Sunendar kepada wartawan, Selasa (4/11/2025).

Menurutnya, pengukuhan Guru Besar baru ini menjadi capaian bagi UPI yang berusaha untuk terus melesat dengan berbagai program serta karya-karya terbaiknya, khususnya karya dari Guru Besar.

Karya-karya disertasi para Guru Besar ini diharapkan akan semakin membawa berkah kepada universitas dan Guru Besar yang baru dikukuhkan, serta berguna bagi masyarakat.

Baca Juga :  UPI Hadirkan Inovasi Smart Farming Tanpa Internet untuk Petani Kopi

“Saya berharap pengukuhan 12 Guru Besar baru ini menjadi inspirasi bagi segenap civitas akademika UPI, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa,” tutur Prof Dadang.

Rektor UPI, Prof Didi Sukyadi, menegaskan bahwa jabatan Guru Besar bukan sekadar pencapaian akademik tertinggi, melainkan amanah moral dan intelektual.

Bahkan menjadi Guru Besar berarti siap menjadi lentera keilmuan, menerangi jalan ketika dunia dilanda kabut kebingungan.

“Ia bukan hanya gelar, tetapi tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan etika ilmu,” ucapnya.

Kata Rekor, Guru Besar tidak boleh berhenti mencari dan menemukan ilmu. Ilmu harus terus tumbuh melalui penelitian yang bermutu, publikasi yang bereputasi, serta kolaborasi yang berkelanjutan. Guru Besar tidak boleh berpuas diri, karena ilmu adalah ladang yang tak bertepi.

“Oleh karena itu saya berpesan agar para Guru Besar tidak berhenti melakukan riset, meneliti, mencari ilmu, dan tidak berhenti memberi pencerahan kepada mahasiswa dan generasi berikutnya,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa para mahasiswa akan terus membutuhkan keberadaan Guru Besar, baik dalam kegiatan akademik maupun non akademik.

Baca Juga :  UPI Raih Anugerah Media Humas Kategori Media Audiovisual Kementerian Komdigi 2025

Rektor mengajak para Guru Besar untuk membimbing para mahasiswa dan melibatkannya dalam kegiatan riset, kegiatan-kegiatan akademik, maupun kegiatan kepemimpinan.

“Mari kita jadikan ilmu sebagai jalan pengabdian, bukan kebanggaan pribadi. Kita buktikan Universitas Pendidikan Indonesia mampu melahirkan pemimpin, dan juga pemikiran yang dihormati dunia, tanpa kehilangan akar dan budaya jati diri bangsa,” pungkas Prof Didi.

Sebagai catatan, Pengukuhan 12 Guru Besar UPI tersebut dilaksanakan dalam 2 hari.

Pada hari pertama 6 Guru Besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Erlina Winayarti, M.Pd. (FPIPS), Prof. Dr. Juhanaini, M.Ed. (FIP), Prof. Dr. Diding Nurdin, M.Pd. (FIP), Prof. Dr. Ernawulan Syaodih, M.Pd. (FIP), Prof. Dr. Mulyana, M.Pd. (FPOK), dan Prof. Dr. Mamat Supriatna, M.Pd. (FIP)

Sementara pada upacara pengukuhan dihari kedua, adalah Prof. Dr. Supriadi, M.Pd. (UPI Kampus Serang), Prof. Gin Gin Gustine, M.Pd., Ph.D. (FPBS), Prof. Ika Lestari Damayanti, M.A., Ph.D. (FPBS), Prof. Dr. Andhy Setiawan, S.Pd., M.Si. (FPMIPA), Prof. Dr. Elah Nurlaelah, M.Si. (FPMIPA) dan Prof. Dr. Heni Mulyani, M.Pd. (FPEB).

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

GBF 2026: Menginspirasi Generasi Muda untuk Berinovasi Melampaui Teknologi

30 Mei 2026 - 18:58 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 2025, Jasa Raharja Raih Penghargaan Internasional Lingkungan Kerja Terbaik

29 Mei 2026 - 18:32 WIB

Jasa Raharja Laksanakan Safety Campaign di Ciasem, Dorong Budaya Keselamatan Berlalu Lintas

29 Mei 2026 - 18:29 WIB

Jasa Raharja Purwakarta Gelar Safety Campaign dan Aksi Simpatik di Sukatani dan Babakancikao

29 Mei 2026 - 18:26 WIB

Jasa Raharja Bersama Mitra Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Melalui Pemasangan Rambu Himbauan Keselamatan Di Kec.Telukjambe Barat Dan Telukjambe Timur

29 Mei 2026 - 18:20 WIB

Meningkatkan Keselamatan Berkendara, Jasa Raharja Cabang Cirebon Pasang Rambu Himbauan Keselamatan Lalu Lintas di Wilayah Cirebon

29 Mei 2026 - 18:17 WIB

Trending di Berita Daerah