BANDUNG – Program Studi Televisi dan Film ISBI Bandung menyelenggarakan pameran film dan fotografi dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-58 ISBI Bandung, yang bertepatan dengan peringatan Hari Film Nasional pada 30 Maret 2026 lalu.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian pengukuhan guru besar Prof. Dr. Jaeni, M.Si dan Prof. Dr. Neneng Yanti, M.Hum, Ph.D.
Pameran ini menghadirkan dua karya film, yaitu Harmoni di Lembah Grime (2025) karya Dara Bunga Rembulan sebagai sutradara dan Jante Arkidam (2025) karya Apip sebagai sutradara. Kedua film tersebut menampilkan kekayaan narasi lokal yang dikemas dengan pendekatan sinematik yang kuat, menggambarkan dinamika budaya serta realitas sosial yang reflektif.
Selain pemutaran film, pameran ini juga menampilkan delapan karya fotografi, yaitu: Jelang (2025) dan Urai (2025) karya Rd. Y. Adam Panji Purnama; Hidden Beauty #1 (2024) karya Andang Iskandar; Dance On Phinisi (2022) karya Tohari; Wala Wala (2024) karya Badru Salam; Menerjang Lelah (2022) karya Sustia Mei Darta; Seuramo (2025) karya Arung Hutari Dea Premita; serta Ekstase Jiwa: Momen Transisi (2023) karya Bhimo Wicaksono Markadi.
Rektor ISBI Bandung, Dr. Retno Dwimarwati, menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pameran ini. Ia menilai bahwa karya-karya yang ditampilkan mampu menghadirkan narasi yang inspiratif, kritis, serta sarat nilai estetika dan kemanusiaan.
“Melalui pameran ini diharapkan tumbuh apresiasi yang lebih luas terhadap seni dan budaya di kalangan masyarakat,” ucap Rektor dalam siaran persnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Televisi dan Film, Dara Bunga Rembulan, menyampaikan bahwa pameran ini merupakan bagian dari kontribusi nyata program studi dalam mendukung Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penciptaan karya dan pengabdian kepada masyarakat.
“Pameran ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis ke-58 ISBI Bandung, tetapi juga menjadi ruang apresiasi, refleksi, dan diseminasi karya kreatif sivitas akademika,” ujarnya.
Salah satu peserta pameran, Rd.Y. Adam Panji Purnama yang menampilkan dua karya Jelang (2025) dan Urai (2025)mengungkapkan bahwa pameran ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan perspektif artistik dengan publik.
Ia menyampaikan, melalui karya fotografi, dirinya berupaya menangkap keindahan yang kerap tersembunyi dalam keseharian. Pameran ini memberi kesempatan bagi karya tersebut untuk dibaca dan dimaknai secara lebih luas oleh masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi ISBI Bandung sebagai pusat pengembangan seni dan budaya, sekaligus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.

























