BANDUNG – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meminta pemilik kendaraan dan supir, untuk memastikan kondisinya layak jalan, menyusul terjadinya kecelakaan maut di KM 92 Tol Cipularang, Senin 11 November 2024 kemarin.
Sebab jangan sampai lanjut Bey Machmudin, kecelakaan yang melibatkan 19 kendaraan di KM 92 Tol Cipularang tersebut kembali terulang.
“Jangan memaksakan karena ngejar setoran dan sebagainya. Dipaksakan dalam kondisi tidak fit itu sangat bahaya,” ujar Bey Machmudin di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 12 November 2024.
Selain itu, pihaknya juga mendorong stakeholders terkait untuk memperketat pengawasan, terhadap kendaraan yang dicurigai tidak layak jalan.
“Kami akan koordinasi dengan kepolisian dan Kementerian PUPR, Jasa Marga dan Dinas Perhubungan. Juga kami minta uji KIR dilaksanakan dengan baik,” ucapnya.
Soal korban, Bey Machmudin mengaku telah meninjau pada Senin malam pasca mendapatkan informasi terjadinya kecelakaan.
Dia berharap, keluarga para korban dapat diberikan kesabaran, atas musibah yang terjadi tersebut.
“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan dukacita mendalam, kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan kita doakan agar mereka yang mengalami luka-luka diberikan kesembuhan dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga. Ada 29 tadi malam. 28 luka dengan rincian 7 luka berat, 21 luka ringan dan 1 meninggal dunia,” paparnya.
Mengenai kemungkinan masalah hukum yang terjadi dalam kecelakaan tersebut, dia mengatakan Pemprov Jabar akan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti.
“Itu dari kepolisian, kami akan tunggu hasil penyelidikannya seperti apa,” tandasnya.



























