Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 11 Mar 2026 22:06 WIB

Buruh Jabar Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian : Posisi di Bawah Presiden Sudah Final


					Buruh Jabar Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian : Posisi di Bawah Presiden Sudah Final Perbesar

Bandung, 11 Maret 2026 — Kalangan serikat buruh di Jawa Barat menyatakan sikap tegas menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia di bawah kementerian. Mereka menilai gagasan tersebut berpotensi melemahkan independensi kepolisian sebagai institusi penegak hukum.

Ketua DPD SBSI’92 Jawa Barat, Ketua Aliansi Buruh Jawa Barat sekaligus Sekretaris Jenderal Konfederasi Buruh Merdeka Indonesia, Ajat Sudrajat, menegaskan bahwa posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden merupakan amanat konstitusi yang sudah tepat dan tidak perlu diubah.

“Wacana menempatkan Polri di bawah kementerian adalah langkah yang keliru. Posisi Polri di bawah Presiden sudah final dan merupakan bagian dari desain konstitusi untuk menjaga independensi institusi kepolisian,” ujar Ajat dalam keterangannya, Rabu (11/3).

Menurutnya, sebagai alat negara yang bertugas menjaga keamanan dalam negeri dan menegakkan hukum, Polri harus tetap berada pada posisi yang independen dan tidak berada di bawah kepentingan sektoral kementerian tertentu.

Ia mengingatkan bahwa perubahan posisi kelembagaan Polri berpotensi membuka ruang intervensi politik maupun kepentingan birokrasi yang dapat memengaruhi profesionalitas dalam penegakan hukum.

“Polri harus berdiri sebagai institusi negara yang profesional dan independen, tidak berada dalam tarik-menarik kepentingan politik maupun sektoral,” tegasnya.

Ajat menambahkan, kalangan buruh membutuhkan institusi kepolisian yang kuat, profesional, dan independen untuk menjamin kepastian hukum serta menjaga stabilitas keamanan, termasuk dalam memastikan ruang demokrasi bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Kanwil Jawa Barat dan Ditlantas Polda Jabar Matangkan Kolaborasi Hari Bhayangkara ke-80, Siapkan Pameran Traffic Accident Analysis (TAA) dan Program Polantas Menyapa Ojol

12 Juni 2026 - 19:35 WIB

Jasa Raharja Kanwil Jawa Barat Terima Kunjungan Kepala Bapenda Jawa Barat Bahas Program Kerja Samsat serta Langkah Strategis Peningkatan Pelayanan Masyarakat

12 Juni 2026 - 19:32 WIB

Kolaborasi Tim Pembina Samsat Depok dan Badan Keuangan Daerah dalam Sosialisasi Implementasi UU HKPD untuk Optimalisasi Pendapatan Daerah

12 Juni 2026 - 18:57 WIB

PT Jasa Raharja Koordinasi dengan Kanit Gakkum Polres Tasikmalaya untuk Percepatan Penanganan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

11 Juni 2026 - 19:15 WIB

Tim Pembina Samsat Kabupaten Cianjur Gelar Operasi Pajak Kendaraan Bermotor di Terminal Pasir Hayam dan Tugu Lampu Gentur

11 Juni 2026 - 19:12 WIB

Tingkatkan Kepatuhan Pajak, Tim Samsat Induk Indramayu dan Haurgeulis Gelar Koordinasi Teknis

10 Juni 2026 - 19:24 WIB

Trending di Berita Daerah