Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Bandung · 1 Okt 2025 17:29 WIB

Dorong Transformasi Festival Seni ke Skala Nasional, Pasar Seni ITB 2025 Siap Digelar


					Dorong Transformasi Festival Seni ke Skala Nasional,  Pasar Seni ITB 2025 Siap Digelar Perbesar

BANDUNG – Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar konferensi pers menjelang pelaksanaan Pasar Seni ITB 2025 di Aula Barat Kampus Ganesha, pada Rabu (1/10/2025).

Acara seni legendaris yang terakhir kali digelar pada 2014 ini akan kembali hadir dengan format baru, lebih inklusif, dan berskala lebih besar.

Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Dr. A. Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn., menegaskan bahwa Pasar Seni ITB 2025 tidak lagi sebatas acara mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), melainkan perayaan seni yang diinisiasi oleh seluruh sivitas akademika ITB.

“Kalau dulu acaranya hanya di FSRD dan identik dengan mahasiswa, sekarang kita scale up menjadi acara ITB, bahkan berskala nasional. Transformasi ini penting karena industri kreatif Indonesia berkembang sangat pesat dan menjadi salah satu pilar ekonomi,” ujarnya dalam siaran persnya.

Mengusung tema “Setakat Lekat”, Pasar Seni ITB 2025 menekankan keberagaman praktik seni lintas disiplin, komunitas, dan generasi.

Terdapat pameran LIGA KMSR ITB yang menghadirkan nama-nama seniman besar dan kolektif, di antaranya Entri Soemantri, Tisna Sanjaya, Wiyoga Muhardanto, Isa Perkasa, Ajiba Haq, Nia Gautama, Renitta Karuna, Tactic Plastic, Studio Pancaroba, hingga Arsya Ardiansyah.

Baca Juga :  Road to wondr ITB Ultra Marathon 2025 Satukan Sportivitas, Silaturahmi, dan Kepedulian

Tahun ini Pasar Seni ITB pun menghadirkan 257 tenant seni, kuliner, dan kreatif, lima foodtruck, serta berbagai fasilitas interaktif mulai dari peta navigasi digital, hingga area interaksi komunitas. Merchandise eksklusif berupa t-shirt, totebag, bucket hat, pin, tumbler, hingga koleksi maskot resmi edisi khusus juga akan tersedia.

Sebagai rangkaian utama, Adicitra Ganesha akan menampilkan karya maestro nasional, alumni ITB, dan seniman dari berbagai kota dengan pendekatan integratif seni, sains, dan teknologi (STEM). Lelang utama akan berlangsung pada 8 Oktober 2025, dengan seluruh hasil penjualan karya seni disalurkan ke Dana Lestari Pendidikan dan Seni, yang merupakan dana abadi yang menopang keberlanjutan pendidikan tinggi dan pengembangan kreativitas di Indonesia.

Dr. Rikrik menekankan bahwa transformasi Pasar Seni ini juga bertujuan menciptakan multiplier effect bagi Kota Bandung. “Kalau kita lihat di Yogyakarta dengan Art Jog atau di Jakarta dengan Art Jakarta, festival seni memberikan dampak besar bagi kota penyelenggara, mulai dari hotel, restoran, hingga transaksi ekonomi. Bandung pun harus bisa merasakan dampak positif itu lewat Pasar Seni ITB,” katanya.

Baca Juga :  Penentuan 1 Syawal 1447 H, Observatorium Bosscha ITB Sampaikan Informasi Astronomis

Dengan dukungan berbagai sponsor, mitra strategis, dan pemerintah, Dr.Rikrik berharap Pasar Seni dapat berkembang menjadi festival bertaraf internasional. “Festival seni selalu menjadi indikator kota yang bahagia. Dengan Pasar Seni ITB 2025, kami ingin menunjukkan bahwa Bandung mampu menjadi pusat festival seni berskala nasional, bahkan internasional,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Pasar Seni ITB 2025, Zusfa Roihan, S.Sn., M.Sn., menyebut bahwa festival ini bukan sekadar selebrasi seni rupa, tetapi juga momentum kebersamaan. “Pasar Seni bukan sekadar perayaan seni rupa, tetapi momentum lintas batas yang menyatukan seniman, masyarakat, dan berbagai sektor untuk bergerak bersama. Dengan dukungan media, kami berharap pesan ini bisa sampai lebih luas lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FSRD ITB, Dr. Kahfiati Kahdar, M.A., menekankan pentingnya kesinambungan tradisi Pasar Seni yang telah menjadi ikon budaya Bandung sejak puluhan tahun lalu.

Pasar Seni ITB 2025 dijadwalkan berlangsung pada 18-19 Oktober 2025 di kawasan ITB Kampus Ganesha, menghadirkan ribuan pengunjung, ratusan tenant, serta rangkaian acara seni yang dirancang inklusif dan berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Tingkatkan Kewaspadaan di Jalur Minim Penerangan, Jasa Raharja Indramayu Pasang Spanduk Reflektor

22 April 2026 - 22:28 WIB

Jasa Raharja Jabar Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis MUKL di Samsat Soreang

22 April 2026 - 22:25 WIB

Melanjutkan Semangat Kartini, Jasa Raharja Dorong Perempuan Lebih Berdaya

22 April 2026 - 15:32 WIB

Dengan Semangat dan Keteladanan Raden Ajeng Kartini , Jasa Raharja Cabang Cirebon Tunjukkan Peran Kartini Masa Kini

21 April 2026 - 22:20 WIB

Jasa Raharja Karawang Hadiri Forum Komunikasi Lalu Lintas, Dorong Kepatuhan Pajak Kendaraan, SWDKLLJ, dan Keselamatan Lalu Lintas

21 April 2026 - 22:17 WIB

Wujudkan Berkendara Aman, Jasa Raharja Bogor Laksanakan Sosialisasi Safety Riding dan PPGD di Makorem 061/Sk

21 April 2026 - 22:12 WIB

Trending di Berita Daerah