Film ini menunjukkan aspek kemanusiaan para prajurit, beserta istri dan anak-anak mereka, yang berjuang tidak hanya di medan perang, tetapi juga dalam diri mereka sendiri.
Film Believe ini adalah debut dari rumah produksi Bahagia Tanpa Drama (@bahagiatanpadrama) yang diadaptasi dari kisah nyata yang tertulis dalam buku biografi berjudul ‘Believe – Berdasarkan kisah nyata tentang Faith, Dream, dan Courage’ yang ditulis oleh Valent Hartadi dan tim.
Film ini menampilkan adegan pertempuran paling nyata yang pernah ada di layar lebar Indonesia, sinematografi berkualitas tinggi, serta rincian teknis aksi yang autentik, film ini memberikan pengalaman visual dan emosional yang unik.
Film ini mengambil inspirasi dari kisah nyata tentang perjuangan para prajurit yang bertugas pada Perang Seroja tahun 1975, dan misi ke Timor Timur di tahun 1995 serta 1999.
Film ini tidak hanya mencerminkan perjuangan prajurit di medan tempur, tetapi juga menggambarkan perjuangan keluarga prajurit yang ditinggalkan orang tercintanya untuk menjalankan kewajiban bela negara.
Lebih dari Sekadar Perang

Walaupun adegan pertarungan mengisi lebih dari setengah waktu film (70% durasi film adalah aksi laga), kekuatan utama film Believe terletak pada elemen kemanusiaan yang emosional.
Film ini menggambarkan perjuangan seorang pemuda dari keluarga yang tidak sempurna dengan masa kecil yang penuh rintangan, namun ternyata tidak menghalangi dirinya untuk meraih cita-citanya.
Lewat sosok Agus (Ajil Ditto), seorang pemuda yang menghadapi trauma dan kerasnya kenyataan perang, film ini mengajak audiens untuk merenungkan pesan yang mendalam: “Setiap individu dapat menjadi luar biasa melalui usaha, dedikasi, dan pengorbanan.”


























