Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Agustiar Sabran meluncurkan sejumlah program unggulan yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan, di antaranya:
– Program D-1 Vokasi Pertanian Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR).
– Program bantuan seragam sekolah bagi lebih dari 60.000 siswa SMA, SMK, dan SKH.
– Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgin) Universitas Palangka Raya.
– Kesepakatan pengembangan sumber daya manusia antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan 36 perguruan tinggi di Kalimantan Tengah.
Program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan akses pendidikan, memperkuat kualitas lulusan, memperluas kesempatan belajar, serta menyiapkan tenaga profesional yang dibutuhkan dalam pembangunan daerah.
Pendidikan sebagai Instrumen Pengentasan Kemiskinan
Dalam berbagai kesempatan, Agustiar Sabran menegaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan, kebodohan, dan keterisolasian masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan daerah, bahkan di tengah berbagai tantangan efisiensi anggaran.
“Kami tidak ingin ada anak Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, tidak mendapatkan layanan kesehatan, atau kehilangan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Agustiar Sabran.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan di Kalimantan Tengah tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan fasilitas, tetapi juga pada pemerataan kesempatan, peningkatan kualitas SDM, serta pembangunan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Agustiar Sabran dan Transformasi Pendidikan Kalimantan Tengah
Berbagai kebijakan pendidikan yang dijalankan menunjukkan arah kepemimpinan Agustiar Sabran yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

























