Dewi juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dan evaluasi berkelanjutan. “Kami tidak hanya fokus pada pencapaian target, tetapi juga pada perbaikan sistem, penguatan akurasi data, dan keberlanjutan program. Sinergi dengan Pembina Samsat, baik di tingkat nasional maupun provinsi, akan menjadi kunci keberhasilan optimalisasi penerimaan dan peningkatan kepatuhan,” ungkapnya.
Selain membahas kinerja Semester I, rapat kerja ini juga merumuskan langkah konkret untuk Semester II, antara lain:
● Memperkuat koordinasi lintas wilayah guna mempercepat pencapaian target
penerimaan SWDLLKJ dan IW.
● Melakukan evaluasi rutin terhadap pelaksanaan program inisiatif strategis agar
lebih efektif dan berdampak nyata.
● Memutakhirkan data potensi melalui DASI-JR Modul IWKBU Versi 2025 untuk
memastikan kelengkapan data pengusaha dan armada.
● Menyusun outlook 2026 dengan proyeksi realistis sebagai dasar penyusunan
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Dewi menambahkan bahwa keberhasilan optimalisasi penerimaan SWDKLLJ dan IW
memiliki dampak langsung terhadap kualitas layanan publik. “Dengan penerimaan yang optimal, Jasa Raharja dapat memperluas program dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, termasuk dalam upaya keselamatan transportasi dan perlindungan
asuransi penumpang,” ujarnya.
Rapat kerja ini menjadi momen penting untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, dan memastikan setiap wilayah mampu berkontribusi maksimal. Dengan langkah yang terukur, Jasa Raharja optimis target Semester II 2025 dapat tercapai, sekaligus menyiapkan fondasi yang kuat untuk kinerja di tahun berikutnya.



























