Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Berita Daerah · 27 Agu 2026 16:07 WIB

Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas


					Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Perbesar

CIMAHI – Tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Pascasarjana Universitas Widyatama menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Pelatihan Manajemen Konflik bagi Guru PAUD di Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pada Kamis (13/8/2026).

Pelatihan yang mengusung tema “Menciptakan Lingkungan Pembelajaran yang Harmonis dan Ramah Anak” ini diikuti 20 guru dan tenaga pendidik PAUD dari sejumlah satuan di wilayah Cimahi Selatan, mulai dari Kelompok Bermain (KB), Pos PAUD (PP), hingga Bina Iman (Bambim).

Kegiatan digelar melalui kerja sama dengan Pengurus Cabang HIMPAUDI Kecamatan Cimahi Selatan dan berlangsung sejak siang hingga sore hari.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Biro Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Universitas Widyatama Tahun 2026.

Melalui pendanaan tersebut, tim dosen mengangkat isu manajemen konflik sebagai keterampilan yang selama ini jarang menjadi fokus pelatihan bagi guru PAUD, padahal sangat dibutuhkan dalam keseharian di kelas.

Ketua Tim PkM, Dr. Anton Budi Santoso, S.A.B., M.M., menjelaskan bahwa pelatihan ini berangkat dari kenyataan bahwa konflik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian di lingkungan PAUD, baik konflik antaranak, guru dengan orang tua, maupun antarguru.

Menurutnya, konflik tidak selalu berdampak negatif dan justru dapat menjadi sarana pembelajaran apabila dikelola dengan tepat.

“Guru yang profesional bukanlah guru yang tidak pernah menghadapi konflik, melainkan guru yang mampu mengubah konflik menjadi kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan memperkuat hubungan dengan anak, rekan kerja, serta orang tua,” ujar Anton di hadapan peserta dalam siaran persnya.

Lurah Cibeureum, Dharma Jaya, S.E., M.A.P., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menekankan bahwa guru PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk generasi penerus bangsa.

“Masa depan negara salah satunya ada di tangan guru PAUD,” ujarnya. Ia berharap kegiatan ini dapat berkontribusi dalam menjawab beragam persoalan sosial yang kompleks di masyarakat.

Baca Juga :  Jembatan Cisaar Lanang Kini Bisa Dilewati Kendaraan Pengangkut Hasil Bumi Sumedang

Sementara itu, perwakilan HIMPAUDI Cimahi Selatan, Khumasah Khotimah, S.Pd., mengungkapkan bahwa pelatihan semacam ini sangat relevan dengan kondisi guru PAUD di lapangan. Ia menyebut sebagian besar guru PAUD berlatar belakang pendidikan SMA dan tengah menempuh studi lanjut ke jenjang S1, sehingga penguatan kompetensi non-teknis seperti manajemen konflik menjadi kebutuhan penting.

Menurut Khumasah, konflik di lingkungan PAUD dapat terjadi antara sesama rekan guru, dengan kepala sekolah, dengan anak didik, bahkan dengan orang tua. Ia menegaskan tugas guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi penengah, misalnya ketika terjadi konflik antarpengantar atau antarorang tua di sekolah.

“Setiap konflik harus dipandang sebagai peluang untuk tumbuh. Guru harus menjalin sinergi demi anak-anak Indonesia, generasi emas kita,” katanya. Ia pun berharap materi pelatihan ini tidak sekadar disimpan, melainkan benar-benar diimplementasikan di satuan PAUD masing-masing.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan dasar manajemen konflik yang dirancang bertahap. Materi mencakup pengenalan konsep dan identifikasi sumber konflik di PAUD, lima gaya penyelesaian konflik menurut model Thomas-Kilmann, komunikasi efektif dan Nonviolent Communication (NVC), teknik mediasi sederhana, hingga penguatan budaya positif sekolah. Peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga dilibatkan langsung melalui ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, simulasi, dan pengisian worksheet.

Bertindak sebagai narasumber, Dr. H. Deden Sutisna M. N., S.E., M.Si., CHRA., CSBA., menekankan pentingnya komunikasi empatik dalam menyelesaikan konflik di lingkungan pendidikan anak usia dini. Ia mengajak para guru membiasakan diri menyampaikan teguran tanpa menghakimi, misalnya dengan menggantikan kalimat yang menyalahkan menjadi kalimat yang berfokus pada perasaan dan kebutuhan anak.

Baca Juga :  Universitas Widyatama Gelar Job Fair Career Utama 2026, Lebih dari 50 Perusahaan Berkumpul

“Konflik bukan untuk dihindari, tetapi untuk dikelola menjadi kesempatan tumbuh bersama,” kata Deden. Dalam sesi simulasi, peserta tampak antusias mempraktikkan lima tahapan mediasi, mulai dari menenangkan situasi, mendengarkan kedua pihak, mengidentifikasi masalah, mencari solusi bersama, hingga membuat kesepakatan sederhana yang mudah dipahami anak.

Pada akhir kegiatan, peserta diarahkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk penerapan hasil pelatihan di satuan PAUD masing-masing. Beberapa rencana aksi yang dirumuskan antara lain menyusun standar operasional prosedur (SOP) penanganan konflik, membiasakan komunikasi positif, mengadakan kegiatan parenting bersama orang tua, hingga membangun budaya kolaboratif antarsesama guru di sekolah.

Selain dihadiri Lurah Cibeureum dan perwakilan HIMPAUDI, kegiatan ini juga dihadiri Penilik PAUD Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Sumarja, S.Pd. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut dinilai menunjukkan dukungan lintas pihak terhadap upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kota Cimahi.

Selain Dr. Anton Budi Santoso dan Dr. H. Deden Sutisna, tim PkM dari Kelompok Keahlian Human Resource Strategy and Organizational Behaviour Universitas Widyatama juga beranggotakan Prof. Dr. H. Maman Suratman, M.Si.; Dr. Neuneung Ratna Hayati, S.E., M.M.; Dr. Nia Riana, S.E., M.M.; Hj. Sari Dewi Oktari, S.E., M.M.; Dr. Nabilah Ramadhan, S.M.B., M.M.; Mariah Rabiatul Qibtiyah, S.M.B., M.M.; Titto Rohendra, S.E., M.Si.; dan Vina Silviani Marinda, S.E., M.M., CPHCM. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yaitu Zahra Rosmawati Agustin dan Zaskia Rizky Amalia.

Melalui pelatihan yang didanai Biro P2M Universitas Widyatama Tahun 2026 ini, tim berharap para guru PAUD di Cimahi Selatan mampu mengubah setiap konflik di kelas menjadi kesempatan untuk melatih anak mengenali perasaan, berkomunikasi, dan bernegosiasi sejak dini, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan harmonis.

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Melalui Retrospeksi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas

9 Oktober 2026 - 11:30 WIB

PT Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Berikan Pengobatan Gratis dan Souvenir bagi Wajib Pajak pada Operasi Gabungan di Bunderan Tarogong

8 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Tim Pembina Samsat Garut Gelar Operasi Gabungan di Bunderan Tarogong, Hasilkan Penerimaan Rp38,99 Juta

8 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Jasa Raharja dan P3D Wilayah Kabupaten Garut Sambut Wakil Ketua DPRD Jabar, Bahas Optimalisasi PKB dan SWDKLLJ

8 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Jasa Raharja Purwakarta Bersama Polres Gelar Program Pengajar Peduli Keselamatan dan Safety Campaign di SMK

8 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Heboh Dugaan Percakapan Bernuansa Seksual, Seret Ketua DPC Gerindra Kota Bandung, Kader Minta DPD Turun Tangan

7 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Trending di Berita Daerah