Salah satu pencapaian penting dalam konser Genderang Angklung Nusantara “Spirit of The Nation” adalah keterlibatan seorang musisi asal Tiongkok. Kolaborasi lintas budaya semakin memperluas cakrawala musik angklung, sekaligus membuktikan potensi instrumen tradisional tersebut untuk hadir dalam kancah internasional.
“Konsep kami adalah menciptakan karya musik baru. Angklung tidak hanya dimainkan di Jawa Barat. Saya ingin mengangkat angklung ke jenjang lebih tinggi secara internasional. Maka saya membuat komposisi yang bisa dimainkan siapa saja, dari Eropa, Amerika, hingga Asia,” jelasnya.
Tingginya antusiasme masyarakat semakin membuktikan relevansi upaya tersebut. Selama dua hari pelaksanaan, festival Genderang Angklung Nusantara “Spirit of The Nation” dihadiri lebih dari 3.000 orang, termasuk peserta lomba, siswa, guru, orang tua, hingga masyarakat umum.
“Alhamdulillah animo luar biasa. Tiket langsung sold out, dan ini rekor bagi kami. Total kemarin sekitar 2.500 orang, ditambah hari ini sekitar 500. Jadi selama dua hari lebih dari 3.000 orang hadir,” jelas Yadi.



























