Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Berita Daerah · 4 Agu 2025 08:09 WIB

Megah, Komunitas SORA Gelar Pentas Angklung Semangat Kebangsaan


					Megah, Komunitas SORA Gelar Pentas Angklung Semangat Kebangsaan Perbesar

BANDUNG – Angklung, selama ini hanya dikenal sebagai alat musik tradisional khas Jawa Barat yang dimainkan secara massal atau mengiringi lagu-lagu populer. Kini, ia tengah dibangkitkan sebagai instrumen pencipta, pusat dari sebuah komposisi musik yang orisinal, berkarakter, dan relevan secara global.

Gagasan tersebut diwujudkan Komunitas SORA (Sound of Heritage) melalui penyelenggaraan festival Genderang Angklung Nusantara “Spirit of The Nation” yang berlangsung di Gedung Kesenian Sunan Ambu, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), Kota Bandung pada Minggu malam, 3 Agustus 2025.

Acara tersebut terdiri dari dua kegiatan utama: Lomba Cipta Karya Musik Angklung Tingkat Nasional dan Konser SORA, yang menampilkan dua 12 karya orisinal bertema Nusantara. Melalui karya-karya tersebut, angklung tak hanya memainkan lagu dari luar, melainkan mengangkat narasi budaya Indonesia dari Papua hingga Sumatra sebagai materi penciptaan musik.

Baca Juga :  Dara Bunga Rembulan dari ISBI Bandung Raih Penghargaan di Kotabaru Heritage Film Festival 2025

Pendiri Komunitas SORA sekaligus inovator pengkaryaan baru musik Angklung di Indonesia, Yadi Mulyadi, menyampaikan kegelisahannya atas posisi angklung yang nyaris tidak memiliki karya asli. Menurutnya, angklung kerap hanya dipakai untuk memainkan lagu populer, tapi tidak diberi ruang untuk membentuk identitas musikalnya sendiri.

“Sebetulnya yang kami bawa di SORA itu satu, memberikan identitas baru bagi angklung. Selama ini angklung dianggap hanya media saja. Orang lebih sering memainkan lagu-lagu lain seperti pop dan dangdut di angklung, sedangkan angklung sendiri tidak punya karya. Dan itu sangat menyedihkan,” ujar Yadi.

Baca Juga :  Dara Bunga Rembulan dari ISBI Bandung Raih Penghargaan di Kotabaru Heritage Film Festival 2025

Kritik tersebut menjadi dasar bagi Yadi yang sejak 2010 mulai menciptakan konser-konser yang menjadikan angklung sebagai sentral komposisi, bukan pengiring. Dalam konser ke-10 SORA kali ini, ia membuktikan, angklung mampu memainkan karya-karya universal yang bisa diapresiasi dan dimainkan musisi dari berbagai belahan dunia.

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Diskusi dengan Forum Wartawan Perhubungan, Muhammad Awaluddin Paparkan Transformasi Peran Jasa Raharja

29 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Operasi Gabungan Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Hari Ke 2 Di Kabupaten Karawang

29 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Operasi Gabungan Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Hari Ke 1 Di Kabupaten Karawang

29 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Perkuat Semangat Persatuan dan Nasionalisme, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2026

28 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Jasa Raharja Kanwil Utama Jawa Barat Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

28 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Jasa Raharja Perkuat Integritas dan Kepedulian dalam Pelayanan

28 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Trending di Berita Daerah