Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 4 Agu 2025 08:09 WIB

Megah, Komunitas SORA Gelar Pentas Angklung Semangat Kebangsaan


					Megah, Komunitas SORA Gelar Pentas Angklung Semangat Kebangsaan Perbesar

BANDUNG – Angklung, selama ini hanya dikenal sebagai alat musik tradisional khas Jawa Barat yang dimainkan secara massal atau mengiringi lagu-lagu populer. Kini, ia tengah dibangkitkan sebagai instrumen pencipta, pusat dari sebuah komposisi musik yang orisinal, berkarakter, dan relevan secara global.

Gagasan tersebut diwujudkan Komunitas SORA (Sound of Heritage) melalui penyelenggaraan festival Genderang Angklung Nusantara “Spirit of The Nation” yang berlangsung di Gedung Kesenian Sunan Ambu, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), Kota Bandung pada Minggu malam, 3 Agustus 2025.

Acara tersebut terdiri dari dua kegiatan utama: Lomba Cipta Karya Musik Angklung Tingkat Nasional dan Konser SORA, yang menampilkan dua 12 karya orisinal bertema Nusantara. Melalui karya-karya tersebut, angklung tak hanya memainkan lagu dari luar, melainkan mengangkat narasi budaya Indonesia dari Papua hingga Sumatra sebagai materi penciptaan musik.

Baca Juga :  Dara Bunga Rembulan dari ISBI Bandung Raih Penghargaan di Kotabaru Heritage Film Festival 2025

Pendiri Komunitas SORA sekaligus inovator pengkaryaan baru musik Angklung di Indonesia, Yadi Mulyadi, menyampaikan kegelisahannya atas posisi angklung yang nyaris tidak memiliki karya asli. Menurutnya, angklung kerap hanya dipakai untuk memainkan lagu populer, tapi tidak diberi ruang untuk membentuk identitas musikalnya sendiri.

“Sebetulnya yang kami bawa di SORA itu satu, memberikan identitas baru bagi angklung. Selama ini angklung dianggap hanya media saja. Orang lebih sering memainkan lagu-lagu lain seperti pop dan dangdut di angklung, sedangkan angklung sendiri tidak punya karya. Dan itu sangat menyedihkan,” ujar Yadi.

Baca Juga :  Dara Bunga Rembulan dari ISBI Bandung Raih Penghargaan di Kotabaru Heritage Film Festival 2025

Kritik tersebut menjadi dasar bagi Yadi yang sejak 2010 mulai menciptakan konser-konser yang menjadikan angklung sebagai sentral komposisi, bukan pengiring. Dalam konser ke-10 SORA kali ini, ia membuktikan, angklung mampu memainkan karya-karya universal yang bisa diapresiasi dan dimainkan musisi dari berbagai belahan dunia.

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Dorong Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor, Jasa Raharja Sukabumi Laksanakan SIGAP Instansi

5 Mei 2026 - 19:48 WIB

Operasi Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor oleh Jasa Raharja Kanwil Jabar dan P3DW Kabupaten Bandung II Soreang di Wilayah Kopo

5 Mei 2026 - 19:45 WIB

Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Cianjur Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Ramp Check Angkutan Umum

4 Mei 2026 - 08:06 WIB

Jasa Raharja Tasikmalaya Berikan Sosialisasi PPGD kepada Komunitas Vespa Antique Club (VAC) Tasikmalaya

3 Mei 2026 - 08:02 WIB

Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja Jabar Kolaborasi dengan Dishub KBB dan Polres Cimahi melalui FKLL dan Pemasangan Rambu

2 Mei 2026 - 23:10 WIB

Peningkatan Keselamatan Transportasi Jalan, FLLAJ Kabupaten Sukabumi Laksanakan Inspeksi Armada Bus dan Pemeriksaan Kesehatan Awak Kendaraan

2 Mei 2026 - 23:01 WIB

Trending di Berita Daerah