Direktur Utama Jasa Raharja, yang juga Ketua Koordinator Mudik Gratis BUMN 2026, Muhammad Awaluddin, menuturkan bahwa program ini bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen keselamatan.
“Mudik adalah tradisi yang sarat makna. Melalui Mudik gratis BUMN 2026, dan khususnya Mudik Gratis Jasa Raharja, kami ingin memastikan masyarakat bisa pulang dengan tenang, aman, dan selamat. Ini cara kami berbagi harapan dan memastikan kehadiran negara benar-benar terasa,” ujar Awaluddin.
Kehadiran bus khusus disabilitas merupakan salah satu komitmen Jasa Raharja agar mudik lebih inklusif, ramah, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pusat pemberangkatan rencananya akan berlangsung di Ring Road Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 17 Maret 2026.
Awaluddin menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan program ini. “Kami memastikan armada laik jalan, pengemudi berkompeten, serta koordinasi yang solid dengan seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, setiap pemudik tiba di kampung halaman dengan selamat dan membawa cerita kebahagiaan,” tuturnya.
Salah satu peserta Mudik Gratis Jasa Raharja, Ibu Anita, mengaku telah mengikuti program ini selama lima kali berturut-turut. Menurutnya, layanan yang diberikan Jasa Raharja semakin baik dari tahun ke tahun. “Setiap tahun rasanya makin tertata, lebih nyaman, dan lebih mudah prosesnya. Kami jadi lebih tenang karena merasa diperhatikan dan dilayani dengan baik,” tuturnya.
Selain melayani pemudik secara langsung, Jasa Raharja juga berkontribusi dalam penyediaan moda bus bagi pemerintah provinsi dengan total 3.599 pemudik. Dukungan tersebut meliputi Jawa Timur sebanyak 25 bus (1.075 orang), Jawa Tengah 16 bus (864 orang), Jawa Barat 10 bus (480 orang), Sumatera Selatan 10 bus (360


























