Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, “Pemerintah telah menyiapkan program cek kesehatan gratis bagi para pengemudi, baik kendaraan pribadi maupun umum, karena mereka paling menentukan keselamatan dari kendaraannya. Pesan kami juga, karena perjalanan masih panjang, kalau bisa setiap tiga jam berhenti di rest area. Pengemudi yang mengantuk dan letih adalah penyebab kecelakaan, salah satu masalah kesehatan dan keselamatan yang besar.”
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengungkapkan bahwa tren keselamatan selama periode mudik tahun ini menunjukkan perbaikan.
“Berdasarkan data bersama Korlantas Polri periode 13–23 Maret, terjadi penurunan jumlah kecelakaan sekitar 2%, dari 2.397 menjadi 2.349 kejadian. Yang paling signifikan adalah penurunan korban meninggal dunia hingga 27%, dari 294 menjadi
213 korban. Ini menunjukkan hasil kolaborasi seluruh stakeholder dalam meningkatkan keselamatan transportasi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa hingga 23 Maret 2026, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan sebesar Rp10,45 miliar kepada korban kecelakaan dengan mengedepankan program Zero Pending Claim. Program ini memastikan proses santunan berjalan cepat, tepat, dan transparan sebagai bagian dari komitmen asuransi kecelakaan Jasa Raharja dalam memberikan pelayanan sepenuh hati.
Lebih lanjut, Awaluddin juga mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan arus balik dengan bijak. Ia menyarankan pemudik menghindari puncak arus balik, memanfaatkan periode 25–27 Maret 2026, serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima. “Keselamatan adalah prioritas utama. Lebih baik tiba sedikit lebih lama tapi selamat, daripada terburu-buru dan berisiko mengalami kecelakaan,” tegasnya.



























