BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih harap-harap cemas, karena hingga November 2024 ini realisasi gabah kering giling (GKG) baru di angka 8,5 juta ton.
Padahal pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Jawa Barat pada tahun ini, harus mampu merealisasikan produksi 11,1 juta ton GKG.
Menyikapi hal ini, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengaku akan mengupayakan, di sisa waktu sekitar dua bulan ini, kekurangan sekitar 2,6 juta ton GKG dapar terkejar merealisasikan target pemerintah pusat.
Termasuk melakukan rekonsiliasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS), untuk memastikan capaian GKG Jabar di 2024 ini.
“Masih ada dua bulan lagi. Kami sedang mengecek langsung ke lapangan,” ujar Bey Machmudin usai acara Hari Pangan Sedunia ke 44 di SOR Arcamanik, Kota Bandung baru-baru ini.
Dia melanjutkan, bila pada akhirnya akan sulit terpenuhi. Hal ini dikatakannya akan diperbaiki, untuk menggenjot produksi GKG di 2025 mendatang.
“Kalaupun terjadi penurunan, tahun depan kita perbaiki agar memenuhi target,” ucapnya.
Meski demikian, Jawa Barat tidak akan pasrah. Sejumlah kendala akan ditangani, seperti pupuk, benih dan irigasi. Sehingga harapannya mampu berkontribusi mewujudkan Indonesia sebagai negara swasembada pangan di 2028 mendatang.
“Harusnya ekstensifikasi, bisa 2-3 kali panen dalam setahun. Itu yang mendorong kita. Pengeringan juga, kita tingkatkan,” tuturnya.



























