Rivan juga mengungkapkan bahwa salah satu upaya yang dilakukan PT Jasa Raharja sebagai BUMN saat ini adalah membuat kurikulum Pendidikan Keselamatan Berlalu Lintas untuk sekolah dasar dan menengah, yang sudah disetujui oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. Ide penyusunan kurikulum ini berkaca dari Jepang, yang berhasil menekan angka fatalitas dalam kecelakaan lalu lintas dengan memberikan pendidikan keselamatan sejak usia dini.
“Jumlah korban meninggal dunia 26-27 ribu orang dan angka kecelakaan 152 ribu per tahun. Ini seharusnya tidak boleh tenang-tenang saja, tidak boleh didiamkan. Di Jepang pada tahun ‘70-an yang meninggal dunia jumlahnya 16 ribuan, lalu mereka membuat program. Dengan perubahan itu, pada November 2024, jumlah korban
meninggal dunia setahunnya hanya 2.618. Ekstrem sekali perubahannya. Nah, ini harus dipikirkan, kami ingin pemanfaatan kami ada di sana. ” jelas Rivan.
Ia menambahkan, “Kami bersyukur di tempat yang sangat baik dan benar ini, kami dipertemukan dengan para profesor yang ahli di bidangnya. Nanti bisa dibuatkan kerja sama yang lebih bagus, dan mudah-mudahan ini bisa kita tingkatkan lagi, serta membawa manfaat yang baik untuk negara ini. Sekali lagi, terima kasih.”
Rektor Universitas Padjadjaran Arief S. Kartasasmita menyambut baik kerja sama ini dan menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan BUMN. “Kami akan sangat terbantu apabila praktik-praktik baik yang ada di perusahaan yang Bapak pimpin dapat menjadi bahan bagi kami, khususnya mahasiswa, dosen, dan peneliti, untuk terus mengembangkan diri serta mengamalkan ilmu yang didapat di UNPAD,” ujar Arief.
























