“Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang masih berjuang pulih dari bencana. Berdasarkan kondisi lapangan, saat ini relatif sedikit pihak yang menyalurkan makanan berbuka puasa di masjid-masjid tersebut, sehingga kami berupaya menghadirkan dukungan agar warga tetap dapat menjalani Ramadhan dengan lebih tenang,” kata Sekar.
Lain dari pada itu, kerjasama penanganan pascabencana yang dilakukan Rumah Amal bersama para mitra ini telah dimulai sebelum program Ramadhan ini berlangsung. Sejumlah upaya pemulihan kebutuhan dasar masyarakat telah dilakukan, salah satunya melalui penyediaan akses air bersih.
Manager Program Rumah Amal Salman, Abdul Aziz, menjelaskan bahwa pihaknya telah menginisiasi pemasangan instalasi pengolahan air sederhana atau IPA Mini di wilayah terdampak. Fasilitas tersebut dibangun untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat rusaknya sumber air dan infrastruktur pascabencana.
“Lokasi terdampak mengalami keterbatasan akses air bersih. Karena itu, kami memasang kurang lebih 50 unit instalasi pengolahan air mini atau sering kami sebut IPA Mini agar kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung,” ujar Aziz.
Melalui kolaborasi kemanusiaan yang berkelanjutan ini, Rumah Amal Salman dan Paragon berharap masyarakat tidak hanya terbantu dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadhan, tetapi juga memiliki dukungan yang lebih kuat untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka setelah bencana.




























