Bandung – Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Perum Bulog mulai menyalurkan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung di Jawa Barat sebagai upaya menjaga stabilitas usaha peternak mandiri sekaligus memastikan keterjangkauan bahan baku pakan di tingkat peternak mandiri. Sebanyak 20 ton jagung disalurkan kepada peternak mandiri di Kabupaten Sumedang dengan harga maksimal Rp. 5.500 per kg hingga ke tingkat peternak guna membantu menekan biaya produksi.
Penyaluran perdana Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dilakukan di Gudang Filial Bulog Kantor Cabang Bandung yang berada di wilayah Kab. Sumedang pada hari Rabu (13/05/2026), dengan 5 ton untuk Koperasi Produsen Organisasi Pemuda Indonesia, 10 ton untuk Koperasi Produsen Peternak Sumedang Raya, 5 Ton Untuk Koperasi Produsen Unggas Galur Cipinang. Penyaluran SPHP jagung dari pemerintah disambut positif oleh para peternak ayam petelur di Jawa Barat.
Penyaluran SPHP Jagung di Jawa Barat turut melibatkan berbagai pihak, antara lain Perum Bulog, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta asosiasi dan koperasi peternak.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Dr. I Gusti Ketut Astawa, S. Sos., M.M , menyampaikan pesan dari Bapak Kepala Bapanas Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP agar target penyaluran SPHP Jagung benar- benar tercapai, dan akuntabilitas penyaluranya juga tercapai. Mudah-mudahan penyaluran SPHP Jagung ini bermanfaat bagi peternak mandiri, dan dapat menekan harga telur.
Pimpinan Bulog Wilayah Jawa Barat, Nurman Susilo, mengatakan target untuk wilayah Bandung Raya ini sekitar 1.000 ton, mudah-mudahan penyalurannya bisa selesai dengan cepat, sehingga harga telur terkendali.


























