Di samping itu, Bio Farma memiliki pengalaman lebih dari ratusan tahun sebagai BUMN farmasi dan life science yang merupakan milestone yang luar biasa. Namun, tidak berhenti sampai di sana, Bio Farma Group sebagai suatu holding maupun operating company, kata dia, harus mempertahankan kesuksesannya, meningkatkan value-nya, serta menciptakan growth story-nya sehingga eksistensi Bio Farma Group tidak hilang dan terlena dengan kejayaan masa lalu.
“2023, tahun pembuktian. A year to prove, a year to convince! Kita harus buktikan dan yakinkan kepada semua lapisan stakeholder bahwa Bio Farma adalah The Dancing Giant, raksasa besar yang memiliki pengalaman tinggi. Alih-alih termakan oleh waktu, kita akan bertransformasi menjadi perusahaan life science yang terkemuka baik di tingkat lokal maupun global,” paparnya.
Sementara itu, rangkaian semangat dalam mewujudkan Healthcare Ecosystem, juga ditopang beragam kegiatan G20 tahun 2022 beberapa waktu lalu. Terlebih, healthcare, menjadi issue utama selain digital ekonomi dan digital energi.
Selama gelaran G20 Indonesia di Bali, Holding BUMN Farmasi berkontribusi dalam mendukung berbagai side event, diantaranya G20 State Owned Enterprise (SoE) Conference 2022, G20 Health Ministerial Meeting (HMM) 2022 serta event G20 Bappenas melalui Kerjasama Selatan-Selatan Triangular (KSST). Bio Farma dan Holding BUMN Farmasi juga telah melaksanakan beberapa penandatangan kerja sama strategis dengan beberapa perusahaan dalam negeri maupun asing selama gelaran G20.
Tidak hanya itu, upaya Bio Farma untuk meningkatkan ketahanan kesehatan farmasi nasional melalui global collaboration juga terjalin di 2022, yaitu kerja sama dengan Perusahaan Farmasi Inggris, Profactor Pharma. Dalam kerja sama tersebut, Bio farma akan mendapat hak eksklusif untuk pengembangan bersama blood product Recombinant Factor VIII (ProFactor dan Bio Farma) secara global. Kerja sama Bio Farma dengan Google Cloud, Fitbit dan Connectedlife pada inisiatif kesehatan digital baru. Kemudian, peluncuran BioColomelt-Dx, kit diagnostic molekuler untuk mendeteksi kelainan genetik pada pasien kanker kolektral dan baru-baru ini penandatangan kerja sama dengan MSD (nama dagang Merck & Co,m Inc., Rahway, N.J., USA) untuk memproduksi secara lokal vaksin 4-valent human papillomavirus (HPV).


























