Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Beranda · 18 Nov 2024 18:08 WIB

Tinjau Panen Raya di Indramayu, Bey Machmudin Ungkap Ketersediaan Pupuk Masih Jadi Kendala


					Tinjau Panen Raya di Indramayu, Bey Machmudin Ungkap Ketersediaan Pupuk Masih Jadi Kendala Perbesar

BANDUNG –  Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meninjau panen raya di Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin 18 November 2024

Menyusul data dari Badan Pusat Statistik, dimana Jabar kemungkinan besar tidak akan mampu merealisasikan target dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian sebanyak 11,1 juta ton GKG di 2024.
Dalam peninjauan ini Bey Machmudin mengapresiasi, karena di Tukdana capaian panen gabah kering giling (GKG) sangat optimal, karena bisa mencapai 8 ton dalam satu hektare sekali panen.
Belum lagi disana, telah ada tempat khusus untuk pengeringan gabah. Sehingga dapat mempercepat proses panen dan produksi beras.
“Itu sangat baik sekali. Itu bisa dicontoh oleh kabupaten-kabupaten lain,” ujar Bey Machmudin usai peninjauan.
Catatan ini kata dia, juga akan menjadi bahan untuk merekonsiliasi data dengan BPS, terkait jumlah GKG Jabar pada saat ini, yang diklaim baru di angka 8,5 juta ton.
“Saya sudah minta ke kepala Dinas Pertanian (Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura) untuk mengecek ulang dan merekonsiliasi datanya dengan BPS,” ucapnya.
Terlepas dari itu, Bey Machmudin tidak menampik bila petani masih mengalami kendala, terutama dalam memenuhi kebutuhan pupuk. Sebab pupuk masih sulit didapat.
“Yang dikeluhkan petani, pupuk. Pupuknya masih sulit didapat. Kemarin Pak Menko Pangan (Zulkifli Hasan) sudah mencatat, total 9,5 juta (ton) yang harusnya disebarkan, baru 5 juta. Itu permasalahannya karena birokrasi. Nah itu dirampingkan katanya di pusat,” terang Bey Machmudin.
Dia berharap, dengan adanya perbaikan sistem, para petani tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan pupuk.
“Mudah-mudahan tidak terlalu sulit untuk penggunaan pupuk itu. Itu sudah dicatat,” imbuhnya.
Selain itu, masalah irigasi juga akan dibenahi. Bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu, akan dievaluasi supaya tahun depan Jawa Barat dapat memenuhi target.
“Ini kami lakukan supaya jangan sampai tahun depan di bawah target. Nanti kami akan rekonsiliasi dengan BPS. Jangan sampai tahun depan turun, minimal sama dengan tahun lalu (9,1 juta ton GKG),” tandasnya.
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Era Kerja Hybrid Dimulai, Point Lab Tangkap Peluang Ekspansi di Jakarta dan Bandung Menyambut Era Kerja Hybrid Nasional: Respons atas Kebijakan WFH bagi ASN, Swasta, BUMN, dan BUMD

20 April 2026 - 18:57 WIB

Tel-U Resmi Serahkan Video Pemutakhiran Penyandang Disabilitas kepada KND

20 April 2026 - 13:59 WIB

Sebagai Bentuk Apresiasi,  Jasa Raharja Cabang Cirebon Gencarkan Gebyar Apresiasi Kepatuhan Wajib Pajak

20 April 2026 - 06:59 WIB

Gebyar Apresiasi Kepatuhan Wajib Pajak, Dorong Kesadaran Masyarakat Bayar Pajak Tepat Waktu

17 April 2026 - 11:44 WIB

HUT Kabupaten Bandung ke-385, KDS Jadikan Bedas Expo Jadi Penggerak Ekonomi di Tengah Bencana

17 April 2026 - 10:49 WIB

Bayar Pajak Lebih Mudah, Perlindungan Lebih Pasti, Jasa Raharja Dukung Transformasi Layanan Publik

17 April 2026 - 07:54 WIB

Trending di Berita Daerah