Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Beranda · 18 Nov 2024 18:08 WIB

Tinjau Panen Raya di Indramayu, Bey Machmudin Ungkap Ketersediaan Pupuk Masih Jadi Kendala


					Tinjau Panen Raya di Indramayu, Bey Machmudin Ungkap Ketersediaan Pupuk Masih Jadi Kendala Perbesar

BANDUNG –  Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meninjau panen raya di Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin 18 November 2024

Menyusul data dari Badan Pusat Statistik, dimana Jabar kemungkinan besar tidak akan mampu merealisasikan target dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian sebanyak 11,1 juta ton GKG di 2024.
Dalam peninjauan ini Bey Machmudin mengapresiasi, karena di Tukdana capaian panen gabah kering giling (GKG) sangat optimal, karena bisa mencapai 8 ton dalam satu hektare sekali panen.
Belum lagi disana, telah ada tempat khusus untuk pengeringan gabah. Sehingga dapat mempercepat proses panen dan produksi beras.
“Itu sangat baik sekali. Itu bisa dicontoh oleh kabupaten-kabupaten lain,” ujar Bey Machmudin usai peninjauan.
Catatan ini kata dia, juga akan menjadi bahan untuk merekonsiliasi data dengan BPS, terkait jumlah GKG Jabar pada saat ini, yang diklaim baru di angka 8,5 juta ton.
“Saya sudah minta ke kepala Dinas Pertanian (Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura) untuk mengecek ulang dan merekonsiliasi datanya dengan BPS,” ucapnya.
Terlepas dari itu, Bey Machmudin tidak menampik bila petani masih mengalami kendala, terutama dalam memenuhi kebutuhan pupuk. Sebab pupuk masih sulit didapat.
“Yang dikeluhkan petani, pupuk. Pupuknya masih sulit didapat. Kemarin Pak Menko Pangan (Zulkifli Hasan) sudah mencatat, total 9,5 juta (ton) yang harusnya disebarkan, baru 5 juta. Itu permasalahannya karena birokrasi. Nah itu dirampingkan katanya di pusat,” terang Bey Machmudin.
Dia berharap, dengan adanya perbaikan sistem, para petani tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan pupuk.
“Mudah-mudahan tidak terlalu sulit untuk penggunaan pupuk itu. Itu sudah dicatat,” imbuhnya.
Selain itu, masalah irigasi juga akan dibenahi. Bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu, akan dievaluasi supaya tahun depan Jawa Barat dapat memenuhi target.
“Ini kami lakukan supaya jangan sampai tahun depan di bawah target. Nanti kami akan rekonsiliasi dengan BPS. Jangan sampai tahun depan turun, minimal sama dengan tahun lalu (9,1 juta ton GKG),” tandasnya.
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

INACA Apresiasi Kemitraan Strategis Jasa Raharja dalam Ekosistem Penerbangan Nasional

16 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Jasa Raharja Bogor Dukung Kolaborasi Lintas Sektor melalui Lomba RSPA Diltlantas Polda Metro Jaya

15 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan, Jasa Raharja Perkuat Literasi Keuangan Ahli Waris Korban Kecelakaan

15 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Jasa Raharja Cabang Karawang Gelar Pengobatan Gratis bagi Pengemudi dan Masyarakat di Terminal Tanjungpura

14 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Jasa Raharja Bandung Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas di Operasi Gabungan PKB dan SW Samsat Kawaluyaan

14 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Tingkatkan Kesiapsiagaan, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Balai Desa Mundu Pesisir Kab Cirebon

14 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Trending di Berita Daerah