Aksi hijau ini juga didukung oleh inovasi internal akademisi UPI. Pohon-pohon yang ditanam akan menggunakan pupuk organik hasil riset dan pengolahan kompos dari Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan serta penelitian lahan di Bumi Siliwangi/Sariwangi.
“Pupuk organik ini dibuat oleh teman-teman FPOK dari hasil composting. Sudah diuji coba dan hasilnya sangat bagus untuk menyuburkan tanaman. Ke depan, pupuk hasil riset ini juga berpotensi dikomersialkan untuk masyarakat luas,” terangnya.
Jika kebutuhan lahan penanaman di dalam lingkungan kampus UPI sudah terpenuhi, pihak rektorat berkomitmen untuk mendistribusikan sisa bibit pohon kepada masyarakat luas.
Bibit-bibit tersebut nantinya akan dibawa oleh mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat, bakti sosial, atau didonasikan ke Pemerintah Kota Bandung dan instansi lain yang membutuhkan bibit penghijauan.
“Ini kewajiban kita untuk mewariskan bumi yang lebih baik dan mengurangi dampak pemanasan global. Salah satu langkah konkrit yang bisa kita lakukan adalah dengan terus menanam pohon,” pungkasnya.
































