Menu

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Berita Daerah · 6 Okt 2025 19:54 WIB

Ini Tanggapan Rektor UPI Didi Sukyadi Terkait MBG


					Ini Tanggapan Rektor UPI Didi Sukyadi Terkait MBG Perbesar

GARUT – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof Didi Sukyadi memberi komentar terkait maraknya kasus keracunan siswa usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Garut pada (4/9/2025).

Menurutnya, program memberi MBG merupakan sebuah program visioner yang digalakkan pemerintah untuk mencetak generasi cerdas dimasa mendatang.

Maraknya kasus keracunan MBG kata Prof Didi, hal itu tidak lantas mengjudge bahwa program tersebut gagal. Apalagi, program MBG baru digulirkan pemerintahan saat ini.

“Kita kan baru pertama melakukan secara masif memberi makan untuk sekian juta siswa kita. Jadi kalau masih ada kekurangan tentu bukan programnya yang dihentikan, tetapi tata kelolanya harus diperbaiki,” katanya.

Baca Juga :  12.519 Mahasiswa Baru UPI Ikuti MOKA-KU 2025

Ia pun memandang perlu adanya pengawasan lebih ketat dalam pelaksananya, termasuk melibatkan para ahli dan akademisi didalamnya.

“Kita punya banyak ahli, jadi ketika sebuah dapur dibuka, kita lihat ada ngga para ahli yang terlibat di situ? Ahli kesehatan ataupun ahli gizi,” ujarnya.

Lebih jauh kata Rektor, sebagai perguruan tinggi, UPI siap membantu pemerintah dalam pelaksanaan MBG jika diperlukan. Terlebih, UPI memiliki berbagai program studi yang relevan untuk mendukung perbaikan tata kelola MBG, seperti Tata Boga, Gizi, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat.

Selain itu, UPI juga memiliki laboratorium pengolahan makanan dan tenaga pengajar yang ahli di bidangnya.

Baca Juga :  Mahasiswa dan Dosen UPI Sumbang 14 Medali di SEA Games Thailand 2025

“UPI punya Prodi gizi. Kalau memang pemerintah membutuhkan perguruan tinggi, maka perguruan tinggi sebetulnya bisa menjadi supervisor-supervisor program itu,” ujarnya.

Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), pemerintah bisa memanfaatkan peluang tersebut tanpa mengeluarkan biaya.

“Mahasiswa kan punya kewajiban melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Dengan program KKN dalam rangka peningkatan layanan MBG yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas misalnya, mahasiswa bisa saja diminta untuk menjadi supervisor, dan itu tidak perlu mengeluarkan biaya karena bagian dari pengabdian,” ungkapnya.

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Hadir dan Melayani, Jasa Raharja Tegaskan Komitmen di Hari Pelanggan Nasional

4 September 2026 - 09:47 WIB

Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, Jasa Raharja Apresiasi Wajib Pajak yang Tertib Daftar Ulang

4 September 2026 - 09:44 WIB

Memperkuat Budaya Customer Centric, PT Jasa Raharja (Persero) Cirebon Peringati Hari Pelanggan Nasional dengan Berikan Helm kepada Wajib Pajak yang Patuh serta Glorifikasi Layanan Digital “Jasfren” di Samsat Kab Cirebon

4 September 2026 - 09:40 WIB

PT Jasa Raharja Kanwil Utama Jawa Barat Bergabung dalam Operasi Gabungan di Bundaran Alam Sari Sumedang

4 September 2026 - 07:27 WIB

Peringati Hari Pelanggan Nasional, Jasa Raharja Ajak “Jasfren” Bergerak Bersama Menjaga Keselamatan untuk Negeri

4 September 2026 - 07:24 WIB

Jasa Raharja Turut Serta dalam Kegiatan Rapat Persiapan Pelaksanaan Operasi Gabungan di Wilayah Kabupaten Bandung II Soreang

4 September 2026 - 07:21 WIB

Trending di Berita Daerah