Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 6 Okt 2025 19:54 WIB

Ini Tanggapan Rektor UPI Didi Sukyadi Terkait MBG


					Ini Tanggapan Rektor UPI Didi Sukyadi Terkait MBG Perbesar

GARUT – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof Didi Sukyadi memberi komentar terkait maraknya kasus keracunan siswa usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Garut pada (4/9/2025).

Menurutnya, program memberi MBG merupakan sebuah program visioner yang digalakkan pemerintah untuk mencetak generasi cerdas dimasa mendatang.

Maraknya kasus keracunan MBG kata Prof Didi, hal itu tidak lantas mengjudge bahwa program tersebut gagal. Apalagi, program MBG baru digulirkan pemerintahan saat ini.

“Kita kan baru pertama melakukan secara masif memberi makan untuk sekian juta siswa kita. Jadi kalau masih ada kekurangan tentu bukan programnya yang dihentikan, tetapi tata kelolanya harus diperbaiki,” katanya.

Baca Juga :  UPI Gelar Isola Fun Run 2026, Prof Didi: Olahraga dapat Menghasilkan Badan yang Sehat, Fisik Bagus

Ia pun memandang perlu adanya pengawasan lebih ketat dalam pelaksananya, termasuk melibatkan para ahli dan akademisi didalamnya.

“Kita punya banyak ahli, jadi ketika sebuah dapur dibuka, kita lihat ada ngga para ahli yang terlibat di situ? Ahli kesehatan ataupun ahli gizi,” ujarnya.

Lebih jauh kata Rektor, sebagai perguruan tinggi, UPI siap membantu pemerintah dalam pelaksanaan MBG jika diperlukan. Terlebih, UPI memiliki berbagai program studi yang relevan untuk mendukung perbaikan tata kelola MBG, seperti Tata Boga, Gizi, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat.

Selain itu, UPI juga memiliki laboratorium pengolahan makanan dan tenaga pengajar yang ahli di bidangnya.

Baca Juga :  Enhaii Hotel Bandung Tawarkan Pengalaman Menginap Berbeda

“UPI punya Prodi gizi. Kalau memang pemerintah membutuhkan perguruan tinggi, maka perguruan tinggi sebetulnya bisa menjadi supervisor-supervisor program itu,” ujarnya.

Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), pemerintah bisa memanfaatkan peluang tersebut tanpa mengeluarkan biaya.

“Mahasiswa kan punya kewajiban melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Dengan program KKN dalam rangka peningkatan layanan MBG yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas misalnya, mahasiswa bisa saja diminta untuk menjadi supervisor, dan itu tidak perlu mengeluarkan biaya karena bagian dari pengabdian,” ungkapnya.

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Operasi Gabungan Tim Pembina Samsat Garut Dalam Rangka Peningkatan Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor

9 Juni 2026 - 18:45 WIB

Operasi Gabungan Tim Pembina Samsat Garut Dalam Rangka Peningkatan Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor

9 Juni 2026 - 18:45 WIB

Jasa Raharja dan Samsat Kab. Bekasi Gandeng Koperasi luncurkan Samkopi dan Samkopdes

9 Juni 2026 - 18:29 WIB

Jasa Raharja Dan Bpjs Ketenagakerjaan Karawang Perkuat Sinergi Percepatan Jaminan Pelayanan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

9 Juni 2026 - 15:41 WIB

Jasa Raharja Kanwil Jawa Barat dan DPD Organda Jawa Barat Bahas Peningkatan Pelayanan Keterjaminan Penumpang Umum

9 Juni 2026 - 07:51 WIB

Jasa Raharja Kanwil Jawa Barat dan Dishub Bandung Barat Laksanakan Uji Petik Angkutan Umum di Terminal Lembang

9 Juni 2026 - 07:48 WIB

Trending di Berita Daerah