Menu

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Bandung · 22 Agu 2025 19:34 WIB

Dedi Mulyadi Dorong Universitas Tidak Lagi Lakukan Penerimaan Mahasiswa Kedokteran Berdasarkan Uang


					Dedi Mulyadi Dorong Universitas Tidak Lagi Lakukan Penerimaan Mahasiswa Kedokteran Berdasarkan Uang Perbesar

Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap, penerimaan mahasiswa kedokteran oleh universitas tidak lagi berdasarkan faktor uang semata.

Ini dikatakan Dedi usai menjadi pembicara dalam seminar nasional bertajuk Pencegahan Perundungan, Gratifikasi, Korupsi dan Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Lingkungan Fasilitas Layanan Kesehatan di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Jumat 22 Agustus 2025.

Dedi mengatakan, rekrutmen mahasiswa kedokteran harus sesuai standar. Yakni kecerdasan akademis dan emosional. Sebab menurutnya, seleksi dokter sama dengan ketika akan masuk ke akademi kepolisian maupun militer.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Pertamina Patra Niaga Siagakan Ribuan Agen dan Pangkalan LPG 3 Kg

“Jadi sangat berbeda, karena dia itu memiliki peran dan fungsi berhubungan dengan layanan dan nyawa manusia. Keputusan-keputusannya itu menentukan hidup dan matinya manusia. Jadi tidak boleh lagi rekrutmen calon mahasiswa itu hanya didasarkan pada kemampuan ekonomi orang tuanya,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mendorong pemerintah dapat menyekolahkan dokter yang telah mengabdi lama baik di rumah sakit pemerintah, Puskesmas maupun di daerah terpencil menjadi dokter spesialis.

“Kemudian harapan saya, selama menjadi dokter spesialis itu dia tetap bertugas menjalankan waktu sebagai dokter, kan sama dengan kita S2. Kita S2 kan tidak meninggalkan pekerjaan kita. Nah ini yang harus dilakukan agar apa? Agar mata rantai ekonominya tidak terputus,” ucapnya.

Baca Juga :  Tarif Parkir di Luar Badan Jalan di Kota Bandung Alami Penyesuaian

Sisi lain, Dedi juga mendorong supaya jangan selalu membiasakan menyelesaikan masalah kesehatan dengan obat dan teknologi.

“Tetapi juga cakupan dalam upaya melakukan pencegahan. Maka ilmu kesehatan itu ilmu hulu, bukan ilmu hilir. Karena ilmu hulu, maka berbagai problem penyakit itu harus terjaga sejak dini melalui rekomendasi-rekomendasi kesehatan terhadap masyarakat,” kata dia.

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Hadir dan Melayani, Jasa Raharja Tegaskan Komitmen di Hari Pelanggan Nasional

4 September 2026 - 09:47 WIB

Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, Jasa Raharja Apresiasi Wajib Pajak yang Tertib Daftar Ulang

4 September 2026 - 09:44 WIB

Memperkuat Budaya Customer Centric, PT Jasa Raharja (Persero) Cirebon Peringati Hari Pelanggan Nasional dengan Berikan Helm kepada Wajib Pajak yang Patuh serta Glorifikasi Layanan Digital “Jasfren” di Samsat Kab Cirebon

4 September 2026 - 09:40 WIB

PT Jasa Raharja Kanwil Utama Jawa Barat Bergabung dalam Operasi Gabungan di Bundaran Alam Sari Sumedang

4 September 2026 - 07:27 WIB

Peringati Hari Pelanggan Nasional, Jasa Raharja Ajak “Jasfren” Bergerak Bersama Menjaga Keselamatan untuk Negeri

4 September 2026 - 07:24 WIB

Jasa Raharja Turut Serta dalam Kegiatan Rapat Persiapan Pelaksanaan Operasi Gabungan di Wilayah Kabupaten Bandung II Soreang

4 September 2026 - 07:21 WIB

Trending di Berita Daerah