Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Pendidikan · 13 Agu 2026 11:29 WIB

UPI Dampingi PKK Cigugur Girang Kelola Limbah Pertanian Menjadi Eco-Enzyme Berbasis IoT


					UPI Dampingi PKK Cigugur Girang Kelola Limbah Pertanian Menjadi Eco-Enzyme Berbasis IoT Perbesar

BANDUNG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan monitoring terhadap pelaksanaan proyek pengolahan sampah organik menjadi eco-enzyme bersama kader PKK Desa Cigugur Girang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (1/8/2026).

Proyek ini berangkat darikeresahan akibat keterbatasan kuota buang dan penutupan akses ke TPA Sarimukti. Selain itu program ini merupakansalah satu upaya meminimalisir timbulan sampah di Bandung Raya.

Ketua Pengabdian kepada Masyarakat, Fitri Husni Mardliyah, M,Pd mengugkapkan bahwasa program ini sudah dimulai sejak Juni 2026.

“Proyek ini merupakan bagian dari upayapemberdayaan masyarakat dalam mengoptimalkan pengelolaan limbah pertanian sekaligus mendorong penerapan teknologi sederhana di tingkat desa”, ujar Fitri, dalam siaran persnya.

Kegiatan melibatkan kader PKK Desa Cigugur Girangsebagai mitra utama dalam pengelolaan limbah organik. Pelaksanaan program diawali dengan studi pendahuluan untuk mengidentifikasi kondisi dan kebutuhan mitra, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring yang dilakukan secara berkala setiap dua pekan.

Dalam monitoring yang dilakukan pada 1 Agustus, tim UPI melihat perkembangan proses pengolahan limbah organikmenjadi eco-enzyme sekaligus memberikan pendampingan kepada para kader PKK. Program ini tidak hanya berfokuspada keterampilan teknis pembuatan eco-enzyme, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) sederhana untuk membantu memantau proses fermentasi.

Baca Juga :  UPI Sukses Gelar PKP2 PKM 2025, Dorong Inovasi Mahasiswa untuk Bangsa

Teknologi tersebut digunakan untuk memonitor parameter penting, seperti suhu dan tingkat keasaman (pH), selamaproses fermentasi. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapatmembantu mitra memahami kondisi fermentasi secara lebih terukur sehingga proses pengolahan dapat dilakukan secaralebih optimal.

Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa program iniberangkat dari sejumlah persoalan yang ditemukan di masyarakat, terutama belum optimalnya pengelolaan limbahpertanian, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalammengolah limbah organik, serta belum tersedianyapemanfaatan teknologi sederhana untuk membantumengontrol proses fermentasi.

“Melalui program ini, kami tidak hanya memberikanpelatihan, tetapi juga mendampingi mitra agar mampumengelola proses secara mandiri. Teknologi IoT digunakansebagai alat bantu agar proses fermentasi dapat dipantaudengan lebih baik,” ujar tim pengabdian.

Selain pelatihan dan penerapan teknologi, tim UPI juga mendampingi mitra dalam penyusunan standar operasionalprosedur (SOP). SOP tersebut diharapkan menjadi panduanbagi kader PKK dalam menjalankan proses pengolahan limbah secara konsisten dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Raih Medali di SEA Games 2025 Thailand, UPI Bebaskan UKT Selama Dua Semester

Keterlibatan PKK menjadi bagian penting dalam program inikarena kelompok tersebut memiliki posisi strategis dalam menggerakkan partisipasi masyarakat di tingkat desa. Melaluipenguatan kapasitas kader, pengelolaan limbah tidak berhentipada kegiatan pelatihan, tetapi diharapkan berkembangmenjadi praktik bersama yang dapat memberikan manfaatbagi lingkungan dan masyarakat.

Program pengabdian ini sekaligus mendorong praktikpertanian yang lebih ramah lingkungan. Limbah organik yang sebelumnya berpotensi menjadi persoalan lingkungandiarahkan untuk dimanfaatkan melalui proses pengolahanyang lebih produktif.

Dengan adanya pendampingan secara berkala, penerapan teknologi IoT, dan penyusunan SOP, program diharapkandapat memperkuat kapasitas PKK Desa Cigugur Girangdalam mengelola limbah secara mandiri. Dalam jangkapanjang, inisiatif tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya pengelolaan lingkungan desa yang lebihberkelanjutan.

Kegiatan monitoring akan terus dilakukan secara berkalauntuk melihat perkembangan program, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta memastikan teknologi dan keterampilan yang diperkenalkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Simulasi Acara Adat, SMK ICB Cinta Wisata Siapkan Siswa Hadapi Dunia Kerja

2 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Tel-U Gelar Connexus 2026, Perkuat Ekosistem dan Talenta Kabel Bawah Laut di Asia-Pasifik

14 September 2026 - 16:04 WIB

Telkom University Resmi Buka Fakultas Kedokteran, Cetak Dokter Masa Depan Berbasis Teknologi Digital

2 September 2026 - 08:07 WIB

13 Ribu Mahasiswa Baru UPI Donasikan Pohon, Wujudkan Kampus Hijau

19 Agustus 2026 - 09:37 WIB

Dari Botol Bekas Jadi Meja dan Kursi: Dosen Universitas Widyatama Latih Warga Binaan Lapas Sukamiskin Berkreasi dengan Ecobrick

18 Agustus 2026 - 13:39 WIB

UPI Didorong Beri Masukan Strategis untuk Kebijakan Pendidikan Nasional

18 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Trending di Pendidikan