Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 1 Feb 2026 10:56 WIB

Bencana Longsor di Cisarua KBB, Relawan Hulubalang Indonesia Turun ke Zona A1–A2


					Bencana Longsor di Cisarua KBB, Relawan Hulubalang Indonesia Turun ke Zona A1–A2 Perbesar

Bandung Barat – Bencana tanah longsor yang melanda wilayah Kecamatan Cisarua dan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih menyisakan duka mendalam. Berdasarkan data kebencanaan terbaru, longsor yang terjadi sejak 24 Januari 2026 mengakibatkan puluhan rumah rusak, ratusan warga terdampak, serta korban jiwa.

Dalam proses penanganan darurat tersebut, tercatat sebanyak 10 personel Relawan Hulubalang Indonesia terlibat langsung dalam operasi kemanusiaan. Para relawan diterjunkan untuk membantu pencarian korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Relawan Hulubalang Indonesia difokuskan melakukan operasi pencarian dan penyisiran di zona A1 hingga A2, yang merupakan area dengan tingkat risiko tertinggi. Tim bekerja bersama SAR gabungan, BPBD, serta unsur relawan lainnya dengan tetap mengedepankan standar keselamatan.

Menurut Chief Commander Hulubalang Indonesia, Ryza Rizaldy atau yang biasa disapa Ojos, Tim Rescue Hulubalang Indonesia menurunkan 10 personel untuk memperkuat operasi pencarian dan evakuasi korban di lokasi longsor.

“Personel kami disiagakan khusus di sektor A1 sampai A2 untuk membantu pencarian korban yang masih dinyatakan hilang. Seluruh tim bergerak di bawah koordinasi SAR gabungan dan mengikuti prosedur keselamatan yang berlaku,” ujar Ojos.

Berdasarkan data sementara, Kecamatan Cisarua menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 48 rumah rusak berat, satu fasilitas umum terdampak, serta satu tempat ibadah terdampak. Total warga terdampak mencapai 51 KK atau 158 jiwa, dengan 44 KK atau 146 jiwa mengungsi, serta 10 orang masih dalam pencarian.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Karawang Melaksanakan Pendataan Kendaraan Bersama Mitra Terkait

3 April 2026 - 08:55 WIB

DPRD Jabar Soroti Kinerja Pemprov dari LKPJ 2025

2 April 2026 - 20:30 WIB

Kasus Campak Melonjak, Dinkes Jabar Akselerasi ORI

2 April 2026 - 19:27 WIB

Pemprov Jabar Imbau Perusahaan Lakukan WFH Sekali dalam Satu Pekan

2 April 2026 - 19:19 WIB

Idrus Marham Pastikan, Musda XI Golkar Jabar Jadi Momentum Perkuat Komitmen untuk Rakyat

2 April 2026 - 19:04 WIB

Jasa Raharja Perkuat Program SIGAP Prioritas dan SIGAP Instansi untuk Tingkatkan Pendapatan SWDKLLJ dan Optimalisasi Perlindungan Korban Laka Lantas

2 April 2026 - 09:09 WIB

Trending di Headline