Plt Kepala DKPP Jabar Siti Rochani mengatakan, pihaknya melakukan tindaklanjut hasil komitmen dukungan penambahan populasi sapi perah antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI dengan para pengusaha.
Menurutnya, dalam rapat yang digelar pekan lalu, salah satu upaya peningkatan populasi dan produksi sapi perah di Jawa Barat adalah melalui importasi sapi perah.
Impor sapi perah dilakukan dalam bentuk investasi swasta, yang menghadirkan penambahan tenaga kerja, optimalisasi pemanfaatlan lahan, peningkatan kualitas bibit di masyarakat dan sebagainya.
Dari pertemuan menurutnya para pengusaha juga meminta dukungan dari pemerintah seperti kemudahan importasi sapi, kemudahan pemanfaatan lahan, kemudahan perizinan, tax allowance/ kemudahan pajak, insentif/ skema pembiayaan, asuransi ternak, dukungan sarana prasarana, dukungan logistik, pendampingan teknis, dan regulasi.
Hasilnya menurut Siti Rochani menggembirakan, dimana total perusahaan sapi perah yang sudah berkomitmen untuk berinvestasi di Jawa Barat selama tahun 2025-2029 ada sebanyak 12 perusahaan.
“Dimana total populasi impor sapi perah adalah 337.350 ekor, dan pada tahap pertama di tahun 2025 total populasi adalah 5.004 ekor,” ujarnya.
Menurutnya masih ada empat Perusahaan besar yang akan berinvestasi di Jawa Barat namun terkendala di pemanfaatan dan kerjasama lahan yang akan dijadikan sebagai tempat berinvetasi di Jawa Barat.
“Sementara kerjasama dengan GKSI kurang lebih kandang kosong di Jawa Barat bisa menampung 21.550 ekor dari total kandang kosong 65.000 ekor,” imbuhnya.
Pihaknya juga berharap dengan kunjungan Pj Gubernur ke Ultrajaya, perusahaan tersebut bisa menjadi leader bagi IPS lain di Jawa Barat.
























