BANDUNG – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengaku akan mengupayakan solusi terbaik, menyikapi adanya tuntutan warga yang terdampak ledakan Gudmurah Kodam Jaya di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Bey Machmudin mengatakan, penanganan kerusakan rumah yang terdampak ledakan Gudmurah bukan dibiarkan, melain akan dilakukan secara bertahap.
“Terkait peristiwa ledakan Gudmurah Kodam Jaya di Ciangsana, Kabupaten Bogor, yang diprioritaskan adalah masyarakat perkampungan yang terdampak, karena dapat langsung dikerjakan oleh kelompok masyarakat (Pokmas),” ujar Bey Machmudin di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 8 Mei 2024.
Demikian pula warga Cluster Visalia yang mengeluh dan meminta penanganan, dimana kata Bey Machmudin dibutuhkan langkah lanjutan sesuai mekanisme dan kesepakatan.
“Untuk di Cluster Visalia belum ditangani karena perlu penanganan khusus, serta perlu ada kesepakatan dan mekanisme pelaksanaan perbaikan yang akuntabel, tidak bertentangan dengan aturan Belanja Tidak Terduga (BTT),” ucapnya.
Dia memastikan, sudah memerintahkan Sekda Jabar Herman Suryatman untuk segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dan menyelesaikan masalah ini.
“Saya sudah perintahkan Sekda Provinsi Jabar untuk segera berkoordinasi dan mencari solusi terbaik untuk menangani dan menyelesaikan masalah ini,” katanya.
Sebelumnya Bey Machmudin menuturkan, warga yang bertempat tinggal terdekat dengan kawasan gudang amunisi milik Kodam Jaya, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sudah dievakuasi ke tempat aman.
Menurut Bey, sebanyak 85 Kepala Keluarga (KK) sudah dievakuasi ke Kantor Kepala Desa Ciangsana, dan sebanyak 50 KK dievakuasi ke Masjid Darussalam di dalam Kota Wisata Cibubur.



























