Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Pendidikan · 18 Agu 2026 13:39 WIB

Dari Botol Bekas Jadi Meja dan Kursi: Dosen Universitas Widyatama Latih Warga Binaan Lapas Sukamiskin Berkreasi dengan Ecobrick


					Dari Botol Bekas Jadi Meja dan Kursi: Dosen Universitas Widyatama Latih Warga Binaan Lapas Sukamiskin Berkreasi dengan Ecobrick Perbesar

Ecopreneurship sebagai Bekal Kemandirian

Kegiatan ini mengusung tema “Ecopreneurship BerbasisDaur Ulang Limbah Plastik Rumah Tangga sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Perempuan di Kota Bandung”. Tema ini dipilih dengan pertimbangan bahwa keterampilan wirausaha hijau dapat menjadi bekal yang relevan bagi wargabinaan untuk membangun kemandirian ekonomi setelah masa hukuman berakhir.

Ketua tim pelaksana kegiatan, Dr. Rima Rahmayanti, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanyabertujuan mengenalkan teknik pembuatan ecobrick, tetapi juga menanamkan pola pikir kewirausahaan berkelanjutan kepadawarga binaan. Meja dan kursi hasil olahan ecobrick tersebut diharapkan dapat dijual sehingga memberikan nilai ekonomisekaligus membuka peluang bagi warga binaan untukberwirausaha secara mandiri.

Baca Juga :  Universitas Widyatama Gelar Job Fair Career Utama 2026, Lebih dari 50 Perusahaan Berkumpul

“Kami ingin warga binaan tidak hanya memilikiketerampilan teknis membuat ecobrick, tetapi juga memahamibagaimana botol-botol bekas ini bisa diolah menjadi perabot seperti meja dan kursi yang punya nilai jual, sehingga bisa menjadi modal usaha ketika mereka kembali ke tengahmasyarakat,” ujar Rima.

Dari Botol Bekas Menjadi Meja dan Kursi

Dalam pelatihan tersebut, warga binaan diajarkan tahapanpembuatan ecobrick secara bertahap, mulai dari memastikanbotol plastik air mineral dan sampah plastik lembut dalam kondisi bersih dan kering, memotong plastik menjadi bagian-bagian kecil agar mudah dipadatkan, hingga mendorongplastik ke dalam botol menggunakan tongkat kayu hinggabenar-benar padat di setiap sudutnya.

Baca Juga :  Job Fair Universitas Widyatama Sukses Hadirkan Ribuan Pengunjung dalam Dua Hari

Kepadatan botol menjadi kunci utama agar ecobrickcukup kuat digunakan sebagai rangka meja dan kursi. Sebagaistandar, botol berukuran 600 ml harus memiliki bobotminimal 200 gram, sedangkan botol 1,5 liter minimal 500 gram, dengan tekstur yang keras seperti batu saat ditekan. Botol-botol yang telah padat kemudian dirangkaimenggunakan lem tembak, silikon sealant, atau lakban beningtebal, dan dilengkapi alas triplek, busa untuk dudukan, sertapelapis kain agar tampil sebagai perabot yang siap pakai.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

UPI Didorong Beri Masukan Strategis untuk Kebijakan Pendidikan Nasional

18 Agustus 2026 - 12:31 WIB

UPI Dorong Budaya Riset Pelajar Indonesia di Kinabalu melalui Workshop Penyusunan Proposal Penelitian

17 Agustus 2026 - 17:53 WIB

Raih Gelar Doktor Ilmu Politik, Muhamad Iqbal Soroti Keamanan Societal Masyarakat Hukum Adat Baduy Dalam

14 Agustus 2026 - 16:39 WIB

UPI Dampingi PKK Cigugur Girang Kelola Limbah Pertanian Menjadi Eco-Enzyme Berbasis IoT

13 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Tim Dosen UTama, Gelar Pelatihan di Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung Serta Pendampingan Berkelanjutan Digital Marketing

10 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Film Pendek “Jante Arkidam” Tampil pada Exhibition Arts Festival #12 Kolaborasi ISBI Bandung dan Yayasan Pakalangan Hadirkan Ekranisasi Puisi Ajip Rosidi dalam Medium Sinema

28 Juli 2026 - 22:12 WIB

Trending di Pendidikan