Menu

Mode Gelap
12.519 Mahasiswa Baru UPI Ikuti MOKA-KU 2025 Kedai 181! Nikmati Bakmi hingga Ayam Tangkap Khas Aceh dengan Cita Rasa Autentik SBM ITB Raih Penghargaan Entrepreneurial Marketing: Campus for Impact ICMEM SBM ITB 2025: Membangun Keberlanjutan Industri di Indonesia Vera Deliana Rahayu: Anak Muda Harus Berani Inovasi di Industri Teh Lokal

Berita Daerah · 28 Sep 2024 16:21 WIB

Daun Kelor: Makanan Super Kaya Nutrisi untuk Kesehatan yang Optimal


					Daun Kelor: Makanan Super Kaya Nutrisi untuk Kesehatan yang Optimal Perbesar

BANDUNG – Indonesia Emas 2045 merupakan sebuah keniscayaan, syaratnya asal sumber daya manusia (SDM) tidak gagal tumbuh.

Sebagai bentuk dukungan menggapai Indonesia Emas 2045, dr Theresia Monica Rahardjo atau kerap disapa Dok Mo tak habis-habisnya menggencarkan sosialisasi manfaat daun kelor, untuk mengatasi prevalensi stunting atau gagal tumbuh.

Sebab stunting merupakan ancaman besar bagi bangsa mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dok Mo mengatakan, sejatinya pemerintah dan masyarakat tidak perlu repot mengatasi stunting. Solusi paling sederhana dan hemat adalah, membudidayakan pohon kelor secara massif.

Baca Juga :  Kesira Gerindra Kolaborasi dengan Sahabat Bang Dasco Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Zero Stunting Menjadi Misi Utama

Tumbuhan tropis bernama latin Moringa Oleifera ini kata Dok Mo, memiliki banyak sekali manfaat, khususnya mengatasi stunting. Tidak hanya untuk mencegah, tetapi juga mengobati prevalensi stunting tersebut.

Maka dari itu, Dok Mo berharap pemerintah dan masyarakat dapat saling bersinergi, bagaimana memassifkan pohon kelor sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Supaya bukan hanya menghapus stunting, juga memastikan kebutuhan nutrisi terjaga.

“Semua dari pohon kelor dapat dimanfaatkan. Paling banyak dan bagus komposisi nutrisinya, adalah daun kelor. Berdasarkan penelitian, daun kelor dapat digunakan untuk membantu mengatasi kondisi stunting dan juga untuk sumber nutrisi,” ujar Dok Mo di kediamannya, Jalan Mekarsari, Kota Bandung, Sabtu 28 September 2024.

Baca Juga :  Kesira Gerindra Kolaborasi dengan Sahabat Bang Dasco Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Zero Stunting Menjadi Misi Utama

Tidak hanya stunting, dari hasil penelitian lanjut Dok Mo, daun kelor juga bisa menjadi suplemen anti kanker dan anti inflamasi.

“Jadi manfaat daun kelor sangat luar biasa,” ucapnya.

Hebatnya lagi kata dia, pengembangbiakan daun kelor sangat mudah dan tidak butuh banyak usaha. Selain mudah ditanam, juga cocok dengan iklim Indonesia yang tropis.

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Bencana Longsor di Cisarua KBB, Relawan Hulubalang Indonesia Turun ke Zona A1–A2

1 Februari 2026 - 10:56 WIB

UPI Gelar Open Visit 2026, Ribuan Siswa-Siswi Berkumpul di Gymnasium

31 Januari 2026 - 14:30 WIB

Sinergi Jasa Raharja dan RS Hamori Bekali Guru SMKN 1 Subang Keterampilan Pertolongan Pertama Gawat Darurat

30 Januari 2026 - 23:43 WIB

Longsor Cisarua, Begini Kata Dosen Bidang Ahli Geografi Fisik dengan Keahlian bidang kompetensi Mitigasi Bencana UPI

30 Januari 2026 - 16:24 WIB

Jasa Raharja Bekasi Perkuat Sinergi dengan Bapenda Kota Bekasi, Optimalkan Pendapatan Pajak Kendaraan

29 Januari 2026 - 23:37 WIB

Jasa Raharja Bandung Kurangi Angka Kecelakaan Lalu Lintas Lewat Program PPKL di SMAN 10 Bandung

29 Januari 2026 - 23:33 WIB

Trending di Berita Daerah