Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi yang tidak hanya berfokus pada kesiapan infrastruktur fisik, tetapi juga membawa semangat progresif untuk mendorong penguatan regulasi nasional. Dalam hal ini, Poltrada Bali melihat peluang strategis untuk terus meningkatkan standar kualifikasi para pengemudi profesional, khususnya bagi mereka yang berada di lingkungan korporasi maupun perusahaan angkutan umum.
Sejalan dengan tantangan di jalan raya yang kian dinamis, selain persyaratan kepemilikan SIM yang merupakan fondasi dasar dalam membangun ekosistem transportasi yang lebih aman, kolaborasi dalam program peningkatan kompetensi secara berkala bagi pengemudi profesional menjadi langkah progresif untuk dilakukan melalui lembaga akuntabel dan kredibel, salah satunya Poltrada Bali. Inisiatif tersebut bertujuan untuk memastikan setiap tenaga pengemudi profesional memiliki pemahaman dan keterampilan mengemudi yang mendalam serta penguasaan teknis yang senantiasa relevan dengan perkembangan otomotif dan infrastruktur terkini.
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Jasa Raharja Harwan Muldidarmawan menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan BUMN dalam membangun ekosistem keselamatan transportasi yang komprehensif.
“Konsep sinergi antara Jasa Raharja dan Poltrada Bali merupakan langkah penting dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa aspek kepatuhan, manajemen risiko, serta mitigasi kecelakaan dapat diimplementasikan secara terintegrasi, baik di tingkat kebijakan maupun praktik lapangan. Ini juga menjadi bagian dari komitmen kami dalam melayani sepenuh hati melalui pelayanan prima kepada masyarakat,” ujar Harwan.



























