“Karena dalam event ini menampilkan seribu seniman, dan melibatkan juga UMKM. Jadi ketika kita bicara kebudayaan, maka kebudayaan tidak hanya tontonan tetapi juga bisa untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir pada sambutannya mengatakan, Jabar Etno Festival 2025 yang digagas oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat selama dua hari merupakan ruang bagi para seniman di Jawa Barat untuk berkreasi dan mengaktualisasikan potensi kreatif sehingga akan terus menumbuh kembangkan minat dan bakat para seniman dan budayawan.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat yang telah memercayakan Sumedang sebagai tuan rumah Jabar Etno Festival, terlebih festival ini merupakan yang perdana di Jawa Barat,” ucap Bupati.
Menurut Bupati kegiatan Jabar Etno Festival 2025 juga sebagai bagian dari pemajuan kebudayaan, menjaga tradisi supaya tetap lestari. Apa lagi Sumedang telah menetapkan dirinya sebagai puseur budaya sunda dan telah ada Perda nomor 1 tahun 2021 tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda.
“Perda tersebut mengandung arti bagai mana nilai-nilai budaya selain lestari, juga bisa di implementasikan dalam meningkatkan etos kerja warga Sumedang untuk mewujudkan harapan dan cita-citanya,” ujarnya.




























