Menu

Mode Gelap
Luncurkan Layanan Batik di Tasikmalaya, Amanda Soemedi Sebut Momentum Tingkatkan Pelayanan kepada Industri Kecil dan Menengah Melek Potensi, Kecamatan Mandalajati Kini Jadi Laboratorium Penanganan Bencana Kota Bandung Bey Machmudin: Koperasi Miliki Peran Penting Lengkapi Ekosistem Usaha Rakyat Bey Machmudin Terus Dorong Peningkatan Volume Ekspor Kopi dan Kakao Jawa Barat Nahdliyin Muda Usulkan Ridwan Kamil-Ono Surono di Pilgub Jabar 2024

Berita Daerah · 21 Feb 2023 07:13 WIB

Kang Pisman Sistem Pengelolaan Sampah Pemkot Bandung


					Kang Pisman Sistem Pengelolaan Sampah Pemkot Bandung Perbesar

BANDUNG (Pajajaran Ekspres) — Ada yang tahu, tiap orang di Kota Bandung rata-rata memproduksi berapa banyak sampah dalam sehari?

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Dudy Prayudi, ternyata satu orang di Kota Bandung diperkirakan menyumbang sampah sekitar 0,6 kg per hari.

Jika diakumulasi dengan seluruh penduduk Kota Bandung pada malam hari, maka dalam sehari sebanyak 1.500-an ton sampah diproduksi masyarakat Kota Bandung.

“Tapi di siang hari karena banyak penduduk lain yang juga kerja di Kota Bandung. Belum lagi saat akhir pekan Bandung menjadi tujuan wisata, maka sampah yang dihasilkan bisa mencapai 1.600 ton per hari,” jelas Dudy saat ditemui di kantornya, Senin 20 Februari 2023.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-62, Jasa Raharja Berkomitmen Terus Optimalkan Pelayanan

Untuk menangani jumlah sampah tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) sudah mengolah sekitar 300 ton per hari.

“Sehingga, sampah yang kita kirim ke TPA Sarimukti itu tersisa 1.200-1.300 ton per hari,” katanya.

Berbagai upaya telah dijalankan DLKH untuk mengurai permasalahan sampah di Kota Bandung. Salah satunya dengan mengubah sistem pengelolaannya.

Dudy memaparkan, dulu pengelolaan sampah masih bersifat kumpul, angkut, lalu buang. Sampah yang ada di masing-masing rumah dibuang ke tempat penampungan sementara (TPS).

Baca Juga :  Perluas Kepesertaan, BPJS Kesehatan Hadirkan Duta Mobile JKN

Kemudian oleh petugas diangkut ke tempat penampungan akhir (TPA). Dengan sistem ini tidak menyelesaikan masalah, tapi hanya memindahkan masalah saja.

“Ini yang mengakibatkan pada 21 Februari 2005 terjadi insiden di TPA Leuwigajah. Terjadi longsor yang mengakibatkan 157 nyawa meninggal,” paparnya.

“Maka dari itu, kita ubah sistemnya menjadi Kang Pisman (kurangi, pisahkan, dan manfaatkan) ini diberlakukan di sumber sampah yakni rumah tangga. Diharapkan di sumber sampah memisahkan minimal dua yakni sampah organik dan anorganik,” ungkapnya.

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Samsat Padalarang Melakukan Pendampingan Tutorial Penggunaan Aplikasi Jrcare Ke Rumah Sakit Imc Cimareme

15 Juli 2024 - 21:03 WIB

Koordinasi Jasa Raharja Samsat Rancaekek Dengan Rsud Cicalengka Terkait Penggungan Aplikasi Jrcare

15 Juli 2024 - 20:55 WIB

Jasa Raharja Perwakilan Purwakarta Menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2024 di Polres Subang

15 Juli 2024 - 20:47 WIB

Flag Off Zebra Bhayangkara Presisi Sudirman Loop 2024, Rivan A. Purwantono Ungkap Jakarta Tempat yang Baik untuk Olahraga Sepeda

15 Juli 2024 - 08:18 WIB

Bikin Ngiler! Sambel Karedok dan Sambel Dadak Warung Ibu Imas

13 Juli 2024 - 19:46 WIB

Melalui Prosesi Pedang Pora, 2 Jenderal Dilepas IPDN Kemendagri Dengan Prosesi Pedang Pora

13 Juli 2024 - 17:52 WIB

Trending di Berita Daerah