Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 21 Feb 2023 07:13 WIB

Kang Pisman Sistem Pengelolaan Sampah Pemkot Bandung


					Kang Pisman Sistem Pengelolaan Sampah Pemkot Bandung Perbesar

Sampah-sampah organik bisa diolah menjadi kompos. Sedangkan sampah anorganik bisa dibuat kerajinan atau diberikan ke Bank Sampah.

Bahkan, jika sudah terkumpul sebanyak Rp40.000 bisa ditukar dengan logam mulia mini 0,05 gram di Bank Sampah.

“Di beberapa tempat tabungannya sudah sampai puluhan juta. Nanti bisa diberikan dalam bentuk uang atau logam mulia juga,” katanya.

Namun, ia mengakui jika program ini belum berjalan serentak di seluruh wilayah Kota Bandung. Fakta di lapangan, sampah masih kerap bercampur karena belum dipilah oleh masing-masing rumah tangga.

Baca Juga :  Munadi Herlambang: Jasaraharja dan IT Del Wujudkan Disrupsi Digital Utk Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas Melalui Kompetisi AI/ML

“Mungkin karena mereka belum paham atau ingin praktisnya saja. Ini menjadi PR kita untuk bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya pemilahan sampah. Kita butuh peran aktif dari masyarakat. Tanpa adanya peran dari semua stakeholder, tentu sulit,” akunya.

Selain Kang Pisman, upaya lain yang dilakukan Pemkot Bandung adalah mengubah TPS dari tempat penampungan sampah menjadi tempat pengolahan sampah. Ada peran Bank Sampah juga di ranah tersebut.

“Sedangkan penanganan di sumbernya, kita lakukan melalui gerakan Kang Pisman, di TPS melakukan pengolahannya. Sehingga sampah yang dikirim ke TPA itu hanya sisanya saja,” akunya.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Sebut Rakernas KNPI Mesti Lahirkan Gagasan Besar

Untuk semakin menuntaskan masalah sampah, rencananya di Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada Selasa, 21 Februari 2023, DLHK akan launching tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Cicukang Holis. TPST ini menggunakan teknologi Refuse-Derived Fuel (RFD).

“Tahun ini akan dibangun di tiga tempat, Tegallega, Nyengseret, dan Cicabe. Kemudian tiga TPST lagi di tahun depan. Kalau tidak salah di Pasir Impun, Jelekong, dan Taman Kehati Palasari,” tuturnya.

Artikel ini telah dibaca 70 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bogor Hadiri Audiensi dan Ekspose Program Kerja Intensifikasi Pajak Daerah Tahun 2026 Bersama Walikota Bogor dan OPD Pemkot Bogor

11 Agustus 2026 - 06:50 WIB

Sinergi Forum Komunikasi Lalu Lintas Dalam Upaya Penanganan Titik Rawan Kecelakaan Di Kabupaten Karawang

10 Agustus 2026 - 07:03 WIB

Doa Bersama Anak Yatim, Jasa Raharja Tasikmalaya dan Satlantas Polres Pangandaran Wujudkan Kepedulian dan Harapan Keselamatan Berlalu Lintas

10 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Jasa Raharja Tasikmalaya Hadiri Rapat Persiapan Operasi Gabungan di Kabupaten Garut

10 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Perkuat Sinergi Transportasi, Jasa Raharja Tasikmalaya Gelar Rapat Bersama KORDA IV Organda Jawa Barat Wilayah Priangan Timur

10 Agustus 2026 - 06:55 WIB

Dugaan Korupsi Proyek Rp39 Miliar Perumdam Tirta Darma Ayu Disorot, AMPERA Minta Kejati Jabar Supervisi

8 Agustus 2026 - 23:02 WIB

Trending di Berita Daerah