Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 10 Feb 2023 17:47 WIB

Menkes RI akui Aplikasi Simpati Kabupaten Sumedang Terbaik


					Menkes RI akui Aplikasi Simpati Kabupaten Sumedang Terbaik Perbesar

KAB. SUMEDANG (Pajajaran Ekspres) — Aplikasi digital Sistem Informasi Pencegahan Stunting Terintegrasi (Simpati) diakui merupakan platform digital terbaik di Indonesia dan akan diimplementasikan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin setelah mendengarkan pemaparan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir tentang aplikasi Simpati di Command Center  Sumedang, PPS, Jumat (10/02).

“Aplikasi yang dimiliki Kabupaten Sumedang ini merupakan platform digital yang terbaik dan luar biasa. Saya sudah minta izin sama Pak Bupati kemarin, boleh gak saya pakai di nasional dan ternyata aplikasi Simpati ini telah diuji coba di 50 kabupaten/kota yang stuntingnya tinggi,” tuturnya.

Baca Juga :  Ridwan Kamil masuk GOLKAR Sore ini?

Kemenkes juga mengapresiasi Bupati bersama jajaran pemerintah daerah yang memiliki komitmen dalam penurunan stunting.

“Jadi saya ingin datang dan melihat langsung apa yang dilakukan Kabupaten Sumedang dan bisa membantu terkait apa saja yang dibutuhkan Sumedang dalam penurunan angka stunting ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Jasa Raharja Bersama Kepolisian dan Stakeholder Sambut Kedatangan Wakapolri di Pos Terpadu Kecamatan Limbangan

Kemenkes juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sumedang karena tidak hanya Tahu dan Sawo yang bisa “diekspor”, tapi aplikasi jugastuntingnya.

“Semua data di pemerintah sedang dalam proses perbaikan menjadikan Satu Data Indonesia, termasuk di Kemenkes sendiri Kami memiliki Satu Data kmKesehatan dan kita ingin memastikan data yang pasti,” ungkap Budi lebih lanjut.

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Sampaikan Nota Pembelaan, Mantan Kepala Unit BRI Surapati Yakin Tak Bersalah

6 Juni 2026 - 16:41 WIB

Jasa Raharja Tasikmalaya Bahas Strategi Kolaboratif Bersama Tim Pembina Samsat dan Pertamina Patra Niaga

6 Juni 2026 - 09:26 WIB

Dorong tertib Administrasi dan Perkuat Kolaborasi, Jasa Raharja Cabang Cirebon Bersama Tim Pembina Samsat Kuningan Melaksanakan Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor Di Kab Kuningan

5 Juni 2026 - 16:36 WIB

Jasa Raharja Purwakarta Perkuat Sinergi FLLAJ untuk Tekan Fatalitas Kecelakaan Lalu Lintas

5 Juni 2026 - 16:33 WIB

Tingkatkan Kepatuhan Pajak dan Validitas Data, Tim Samsat Induk Indramayu Gelar Koordinasi Tindak Lanjut Rekomendasi Pembina Samsat Nasional

5 Juni 2026 - 16:31 WIB

Jasa Raharja Sukabumi Dorong Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Melalui Program Sigap Dan Panah Pasopati

5 Juni 2026 - 16:28 WIB

Trending di Berita Daerah