Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Berita Daerah · 10 Feb 2023 17:47 WIB

Menkes RI akui Aplikasi Simpati Kabupaten Sumedang Terbaik


					Menkes RI akui Aplikasi Simpati Kabupaten Sumedang Terbaik Perbesar

KAB. SUMEDANG (Pajajaran Ekspres) — Aplikasi digital Sistem Informasi Pencegahan Stunting Terintegrasi (Simpati) diakui merupakan platform digital terbaik di Indonesia dan akan diimplementasikan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin setelah mendengarkan pemaparan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir tentang aplikasi Simpati di Command Center  Sumedang, PPS, Jumat (10/02).

“Aplikasi yang dimiliki Kabupaten Sumedang ini merupakan platform digital yang terbaik dan luar biasa. Saya sudah minta izin sama Pak Bupati kemarin, boleh gak saya pakai di nasional dan ternyata aplikasi Simpati ini telah diuji coba di 50 kabupaten/kota yang stuntingnya tinggi,” tuturnya.

Baca Juga :  Nahdliyin Muda Usulkan Ridwan Kamil-Ono Surono di Pilgub Jabar 2024

Kemenkes juga mengapresiasi Bupati bersama jajaran pemerintah daerah yang memiliki komitmen dalam penurunan stunting.

“Jadi saya ingin datang dan melihat langsung apa yang dilakukan Kabupaten Sumedang dan bisa membantu terkait apa saja yang dibutuhkan Sumedang dalam penurunan angka stunting ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Kunjungi Indonesia, Pemerintah Tanzania Ajak PLN Bangun Sistem Kelistrikan Afrika Timur

Kemenkes juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sumedang karena tidak hanya Tahu dan Sawo yang bisa “diekspor”, tapi aplikasi jugastuntingnya.

“Semua data di pemerintah sedang dalam proses perbaikan menjadikan Satu Data Indonesia, termasuk di Kemenkes sendiri Kami memiliki Satu Data kmKesehatan dan kita ingin memastikan data yang pasti,” ungkap Budi lebih lanjut.

Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Karawang Kunjungi RS Amanda Mitra Keluarga, Percepat Verifikasi Klaim Korban Kecelakaan Lalu Lintas

24 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Jasa Raharja Cabang Sukabumi Kunjungi Ahli Waris Korban Kecelakaan Lalu-Lintas, Pastikan Santunan Diserahkan Dengan Tepat

23 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Berikan Kemudahan dan Keuntungan Bagi Wajib Pajak, Kolaborasi Jasa Raharja Bandung Bersama Tim Pembina Samsat Kawaluyaan Gelar Pemeriksaan PKB dan SWDKLLJ

23 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gencarkan Edukasi Keselamatan Melalui Aksi Simpatik di Daerah Rawan Laka  

23 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Sasar Pengguna Jalan di Exit Tol Bocimi, Samsat Cibadak Perkuat Upaya Peningkatan Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor

23 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Jasa Raharja Gelar Program PPKL di SMPN 6 Karawang untuk Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas

22 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Trending di Berita Daerah