Menu

Mode Gelap
Nahdliyin Muda Usulkan Ridwan Kamil-Ono Surono di Pilgub Jabar 2024 Sekda Herman Suryatman: Operasi Pasar Bersubsidi Tuntas H-4 Lebaran Pastikan Keselamatan dan Kenyamanan, Perhatikan Aturan Bagasi Penumpang Whoosh Sehari Dilantik, Sekda Herman Suryatman Langsung Rapat secara Maraton Bey Machmudin Harap Kontribusi Bank BJB Semakin Besar dalam Pembangunan Jabar

Berita Daerah · 7 Apr 2023 16:02 WIB

Munadi Herlambang: Santri di Sumedang Harus jadi Ujung Tombak Pelopor Keselamatan Berkendara


					Munadi Herlambang: Santri di Sumedang Harus jadi Ujung Tombak Pelopor Keselamatan Berkendara Perbesar

KAB. SUMEDANG (Pajajaran Ekspres  – Angka kecelakaan lalu lintas lintas di Jawa Barat mengalami trend peningkatan setiap tahunnya. Angka kecelakaan dipicu masih banyaknya masyarakat, terutama kalangan pelajar dan mahasiswa yang kurang memahami cara berkendara yang aman.

“Data menunjukan korban kecelakaan paling banyak dari kalangan pelajar dan mahasiswa sebanyak 24,81 persen. Kalangan lain di antaranya pengusaha dan wiraswasta (24,74 persen), karyawan swasta hampir 20 persen, buruh sekitar 10 persen, dan ibu rumah tangga 12 persen,” ujar Direktur Hubungan Kelembagaan PT Jasa Raharja Munadi Herlambang saat melakukan sosialisasi dengan tema Santri Aman Berkendara di Pesantren Islam Internasional Asy-Syifaa Wal Mahmuddiyyah, Pamulihan Kabupaten Sumedang, Kamis, 6 April 2023. Kata Munadi, pada 2022, jumlah korban yang mendapat santunan kecelakaan sebanyak 13.454 orang dengan jumlah santunan mencapai Rp 350 miliar.“Tentu hal ini sangat disayangkan karena kalangan pelajar dan mahasiswa merupakan generasi penerus yang akan menjadi ujung tombak pembangunan di masa akan datang. Ini harus kita minimalisir dengan cara edukasi,” katanya.

Baca Juga :  PT Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Barat berkolaborasi dengan Unit PJR Lodaya Zebra Polda Jabar dan PT Jasa Marga, melaksanakan Kampanye Keselamatan dan Patroli Bersama di ruas tol Padaleunyi dan Cipularang

Untuk meminimalisasi terjadinya korban kecelakaan di kalangan pelajar dan mahasiswa ini, sambung Munadi, PT Jasa Raharja bersama dengan Korlantas Polri terus melakukan sosialisasi baik di kalangan kampus hingga pondok pesantren. Kali ini, PT Jasa Raharja bersama Korlantas Polri kali ini memilih Pondok Pesantren Internasional Assyifa Wal-Mahmuddiyyah di Desa Haurgombong, Kecamatan Pamulihan.

Baca Juga :  Tingkatkan Product Related Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi Lakukan Diskusi BersamaJasa Raharja Putera

“Sebagai salah satu ponpes terbesar di Jawa Barat diharapkan edukasi ini bisa ditularkan kalangan santri kepada rekan mereka yang ada di daerah masing-masing,” jelas Munadi.Ia menambahkan, Jasa Raharja Jawa Barat mendata, pada 2018 jumlah korban kecelakaan yang mendapat santunan sebanyak 11.012 orang dengan nilai total santunan sebesar Rp 285 miliar. Kemudian pada 2019, jumlah korban meningkat hingga 11.768 orang, sementara nilai santunannya mencapai Rp316 miliar.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

BUMDes Arya Kemuning di Kuningan berkembang pesat, serap ratusan tenaga kerja dari warga desa

23 Mei 2024 - 14:51 WIB

CYCLING DE JABAR 2024, Jawa Barat Miliki 42 Titik “Sport Tourism”

23 Mei 2024 - 13:57 WIB

Bey Machmudin Serahkan Keputusan Mendagri Perpanjangan Pj Bupati Bekasi

23 Mei 2024 - 12:46 WIB

BBMC Indonesia Somasi, Siap Pidanakan Oknum yang Masih Gunakan Logo BB1%MC

23 Mei 2024 - 11:52 WIB

Bey Machmudin Ajak Forkopimda Nonton Persib Bandung Lawan Madura United di Jalak Harupat

22 Mei 2024 - 20:47 WIB

Bey Machmudin Optimistis Polda Jabar Tuntaskan Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

22 Mei 2024 - 19:44 WIB

Trending di Beranda