Layaknya tim besar Eropa kata Arfi, seperti Barcelona, Arsenal dan Real Madrid. Dimana mereka memiliki infrastruktur pendukung, yang bisa menjadi destinasi wisata. Itu semua bisa terjadi kedepannya, bila pada akhirnya GBLA menjadi homebase Persib seutuhnya.
“Tapi masih ada poin-poin yang harus dinegosiasi, dibahas tapi sebetulnya potensinya ada,” imbuhnya.
Disinggung mengenai nobar di RW 9, Kebon Pisang, Arfi menjelaskan kawasan tersebut merupakan satu dari sekian banyak wilayah di Kota Bandung yang padat penduduk.
Dia menilai, pasti banyak persoalan yang terjadi dan tentunya menjadi harapan bagi masyarakat kepada pemerintah untuk dibenahi.
“Terkait ekonomi, karena warga disini banyak beroperasi sebagai pedagang. Di Pasar Kosambi dan di jalan. Mereka berharap ada kesempatan dan siap menata agar tidak mengganggu,” terangnya.
Situasi ini sambung Arfi, terutama pedagang kaki lima (PKL) dapat diakali dengan skema pemanfaatan ruang sementara di trotoar. Dimana trotoar dipakai berdagang hanya dibolehkan pada malam hari.
“Terpenting adalah kepentingan dari warga yang berbagai macam latar belakang bisa terakomodir dan disini perlunya peran pemerintah, sampai ke level paling lokal. Jadi itu bisa dikelola oleh kelurahan seperti Itu. Supaya tidak ada hak yang dilanggar, perlu di tata oleh pemerintah,” terangnya.
Nobar Persib di RW 9, Kebon Pisang, merupakan bagian sosialisasi Arfi sebagai Bacawalkot Bandung yang akan maju dari Partai Golkar dalam Pilkada serentak 2024, dimana akan dihelat pada 27 November mendatang.



























