Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Moringa UKM Theresia Monica Rahardjo menjelaskan bahwa Moringa oleifera atau daun kelor dikenal sebagai miracle tree karena memiliki kandungan nutrisi dan senyawa aktif yang memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan.
Salah satu manfaat yang saat ini menjadi fokus penelitian adalah kemampuannya dalam membantu mengendalikan kadar gula darah.
“Hasil penelitian sejauh ini sangat menjanjikan. Namun, masih diperlukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar untuk memvalidasi hasil penelitian sebelumnya,” kata dr. Monica.
Inisiator Gerakan Satu Keluarga Satu Pohon Kelor ini juga menjelaskan, sejumlah penelitian menunjukkan moringa memiliki komponen dengan aktivitas biologis yang menyerupai kerja insulin sehingga berpotensi membantu penderita diabetes sebagai pendamping terapi medis. Meski demikian, penggunaan daun kelor berperan sebagai suplemen dan tidak dapat menggantikan pengobatan yang diresepkan dokter.
Selain itu, kandungan vitamin, mineral, protein, serta antioksidan yang tinggi pada daun kelor dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, termasuk sebagai salah satu sumber nutrisi bagi kelompok rentan stunting.
Menurut dr. Monica, tanaman kelor juga memiliki keunggulan karena mudah tumbuh di wilayah tropis yang kering, sehingga berpotensi mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Untuk masyarakat yang sehat, daun kelor juga baik dikonsumsi sebagai suplemen guna membantu menjaga daya tahan tubuh, tentunya sesuai dosis yang dianjurkan,” ujarnya.
Di sisi lain, Dosen Bioteknologi UKM, Adelina Khristiani Rahayu, mengatakan penelitian yang dilakukan timnya memanfaatkan teknologi kultur sel, yang memungkinkan mengamati sel manusia sebelum dan sesudah mengonsumsi daun kelor.




























