BANDUNG – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengungkapkan, dalam waktu dekat pemerintah provinsi bakal menunjuk Liaison Officer (LO) atau pendamping, dalam mengawal proses pembangunan di kota/kabupaten.
Bey Machmudin melanjutkan, para LO merupakan kepala dinas di organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Jawa Barat dan akan memegang masing-masing satu kabupaten/kota.
LO untuk kabupaten/kota ini sambung Bey Machmudin sudah dibentuk dan akan dilakukan pada Mei ini, sebagai tugas tambahan.
“Minggu sekarang. SK (surat keputusan) sudah. Semua kepala dinas. Selain tugas sektornya, dia pun bertugas di kewilayahan,” ujarnya di Gedung Sate baru-baru ini.
Sementara mengenai kepala dinas yang juga ditunjuk menjadi Pj kepala daerah, dia mengatakan tetap menjalankan tugasnya sebagai LO di daerah tersebut.
Harapannya dengan hadirnya LO, komunikasi antar pemerintah kabupaten/kota dan provinsi kian terarah, khususnya dalam penanganan masalah seperti stunting, pengangguran, kemiskinan, inflasi dan ketahanan pangan.
Dimana lima persoalan tersebut menjadi masalah utama di Jawa Barat, untuk segera ditangani secara bersama-sama antara pemerintah provinsi dan kota/kabupaten.
“Sehungga kita jadi tahu, stunting di Cianjur gimana, Bogor gimana. Prioritasnya lima itu yang kita concern untuk saat ini,” pungkasnya.



























