Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Berita Daerah · 7 Jan 2024 18:24 WIB

Petani Belum Sejahtera, PKS Siap Berikan Gebrakan


					Petani Belum Sejahtera, PKS Siap Berikan Gebrakan Perbesar

KAB. KARAWANG (pajajaranekspres.com) – dikenal sebagai kota industri, karena ribuan pabrik beroperasi disana.

Namun jauh sebelum itu, Kabupaten Karawang dijuluki sebagai “lumbung padi nasional”. Dulu, Kabupaten Karawang memiliki area persawahan yang luas dan penghasil produksi padi yang melimpah. Dan penduduk Karawang mayoritas bekerja menjadi petani, baik sebagai yang punya lahan ataupun buruh.

Namun kini, semakin berkurangnya sawah di Karawang, membuat penduduk Karawang beralih profesi menjadi buruh pabrik atau profesi lain, hanya sedikit saja yang masih bekerja sebagai petani.

Kesejahteraan petani yang dinilai masih kurang, menjadi perhatian Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu.

Ahmad Syaikhu menilai, kesejahteraan para petani di Indonesia masih sangat jauh dari kata layak, apabila dibandingkan dengan negara luar yang mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk sektor pertanian.

Seperti negara Jepang yang mendapatkan gaji hingga 21 juta rupiah per bulannya, atau negara Amerika yang mendapatkan 832 juta rupiah per tahun nya, bagi pekerja tani.

“Kalau kita melihat petani dari luar, dukungan pemerintah itu tinggi sekali, nah justru kita malah sebaliknya. akan sangat terpukul para petani itu pada saat panen raya, justru kita lakukan import. bagaimana para petani tidak merugi?”, ungkapnya pada saat ditemui di Brits Hotel, Karawang, Minggu (07/01/2024).

Ahmad Syaikhu menambahkan, perlunya alternatif lain dari pemerintah, mengingat ketersediaan pupuk yang hingga saat ini masih terbatas.

“Perlu kedepan diadakan kebijakan dari pemerintah daerah maupun pusat, bahwa ketersediaan kebutuhan petani itu harus ada ketika diperlukan. kalau tidak tersedia harus ada upaya-upaya yang memudahkan. misalnya penggunaan pupuk alternatif seperti pupuk organik yang harus dibuat oleh pemerintah, diberdayakan petani, sehingga para petani bisa membuat pupuk sendiri mandiri,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 96 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Diskusi dengan Forum Wartawan Perhubungan, Muhammad Awaluddin Paparkan Transformasi Peran Jasa Raharja

29 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Operasi Gabungan Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Hari Ke 2 Di Kabupaten Karawang

29 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Operasi Gabungan Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Hari Ke 1 Di Kabupaten Karawang

29 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Perkuat Semangat Persatuan dan Nasionalisme, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2026

28 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Jasa Raharja Kanwil Utama Jawa Barat Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

28 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Jasa Raharja Perkuat Integritas dan Kepedulian dalam Pelayanan

28 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Trending di Berita Daerah