Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Berita Daerah · 7 Jan 2024 18:24 WIB

Petani Belum Sejahtera, PKS Siap Berikan Gebrakan


					Petani Belum Sejahtera, PKS Siap Berikan Gebrakan Perbesar

KAB. KARAWANG (pajajaranekspres.com) – dikenal sebagai kota industri, karena ribuan pabrik beroperasi disana.

Namun jauh sebelum itu, Kabupaten Karawang dijuluki sebagai “lumbung padi nasional”. Dulu, Kabupaten Karawang memiliki area persawahan yang luas dan penghasil produksi padi yang melimpah. Dan penduduk Karawang mayoritas bekerja menjadi petani, baik sebagai yang punya lahan ataupun buruh.

Namun kini, semakin berkurangnya sawah di Karawang, membuat penduduk Karawang beralih profesi menjadi buruh pabrik atau profesi lain, hanya sedikit saja yang masih bekerja sebagai petani.

Kesejahteraan petani yang dinilai masih kurang, menjadi perhatian Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu.

Ahmad Syaikhu menilai, kesejahteraan para petani di Indonesia masih sangat jauh dari kata layak, apabila dibandingkan dengan negara luar yang mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk sektor pertanian.

Seperti negara Jepang yang mendapatkan gaji hingga 21 juta rupiah per bulannya, atau negara Amerika yang mendapatkan 832 juta rupiah per tahun nya, bagi pekerja tani.

“Kalau kita melihat petani dari luar, dukungan pemerintah itu tinggi sekali, nah justru kita malah sebaliknya. akan sangat terpukul para petani itu pada saat panen raya, justru kita lakukan import. bagaimana para petani tidak merugi?”, ungkapnya pada saat ditemui di Brits Hotel, Karawang, Minggu (07/01/2024).

Ahmad Syaikhu menambahkan, perlunya alternatif lain dari pemerintah, mengingat ketersediaan pupuk yang hingga saat ini masih terbatas.

“Perlu kedepan diadakan kebijakan dari pemerintah daerah maupun pusat, bahwa ketersediaan kebutuhan petani itu harus ada ketika diperlukan. kalau tidak tersedia harus ada upaya-upaya yang memudahkan. misalnya penggunaan pupuk alternatif seperti pupuk organik yang harus dibuat oleh pemerintah, diberdayakan petani, sehingga para petani bisa membuat pupuk sendiri mandiri,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 91 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

PT Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Hadiri Penyerahan Bantuan Sembako dalam Program “Berbakti Untuk Negeri” IFG

15 Agustus 2026 - 16:20 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Jasa Raharja Gelar “17-an Bareng Jasfren” untuk Edukasi Keselamatan lewat Karnaval dan Lomba Rakyat

15 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Jasa Raharja Karawang Gelar PPGD di Dusun Duren, Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Kondisi Darurat

14 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Jasa Raharja Karawang Berikan Layanan Cek Kesehatan Gratis bagi Pengemudi PO Warga Baru

14 Agustus 2026 - 22:58 WIB

Perkuat Sinergi Pelayanan dan Keselamatan, Tim Pembina Samsat dengan Kapolres Ciamis

14 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Pastikan Jaminan Perawatan Berjalan Baik, Direksi Jasa Raharja Tinjau Korban KMP Putri Yasmin di Rumah Sakit

13 Agustus 2026 - 23:36 WIB

Trending di Berita Daerah