Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Beranda · 7 Nov 2024 15:17 WIB

Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbesar, Ini Langkah Disnakertrans Jabar untuk Atasinya


					Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbesar, Ini Langkah Disnakertrans Jabar untuk Atasinya Perbesar

BANDUNG – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat Arief Nadjemudin mengakui, angka pengangguran masih terbilang tinggi.

Merujuk data dari Badan Pusat Statistik (BPS) belum lama ini kata Arief, pengangguran di Jabar masih di kisaran angka 1,7 juta orang dari 26,19 juta orang atau sekitar 6,75 persen.

Meski angka tersebut mengalami penurunan sekitar 120 ribu orang, dibandingkan 2023 lalu, angka 1,7 juta orang ini diakuinya masih sangat besar.

Terlebih penyumbang pengangguran terbanyak sambung Arief, dari lulusan SMK. Dimana sejatinya kata dia, para lulusan SMK harusnya lebih cepat mendapatkan pekerjaan, karena mendapat pembekalan teknik selama menempuh pendidikan.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Minta Perusahaan dan Serikat Berkolaborasi, Turunkan TPT di May Day 2024

“Terbanyak dari tamatan SMK daripada yang lain, sebesar 12,74 persen,” kata Arief saat dihubungi, Kamis 7 November 2024.

Ini terjadi kata dia, lantaran kebutuhan industri tidak sesuai dengan kompetensi lulusan SMK. Sehingga tidak dapat terserap maksimal.

Maka dari itu, agar terjadi kecocokan antara permintaan dan ketersediaan tenaga kerja, pihaknya bersama Dinas Pendidikan yang mengampu SMK, akan melakukan penyesuaian kurikulum.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Dorong Keterlibatan Industri di Sekolah Vokasi, Intervensi Jumlah Pengangguran

Tentunya dengan melibatkan industri, terkait tenaga kerja seperti apa yang mereka butuhkan saat ini.

“Melihat, kompetensi apa yang dibutuhkan dengan industri. Nanti kita kaitkan kurikulum dengan yang ada di SMK,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Disnakertrans Jabar juga akan mengoptimalkan program yang telah dibangun, seperti program pelatihan berbasis kompetensi, pelatihan mandiri, juga pekerja migran.

“Juga kita punya balai. Ada dua balai di (milik) provinsi. Juga kita melakukan pembinaan dan pengawasan kepada LPK. Kemudian dengan industri kita buat forum,” kata Arief.

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Terus Bergerak, Tiga Ahli Waris Korban KM Virgo Terima Santunan di Jawa Timur

3 Oktober 2026 - 07:39 WIB

PT Jasa Raharja dan PT Jasa Raharja Putera Serahkan Santunan kepada Korban Kecelakaan Kapal KM Virgo Transport 8 di Perairan Masalembo

2 Oktober 2026 - 07:34 WIB

PJ Samsat Ciamis Bersama Tim Pembina Samsat Kabupaten Gelar Rapat Persiapan Operasi Gabungan Oktober 2026

2 Oktober 2026 - 07:30 WIB

PJ Samsat Induk Sukaraja Laksanakan Rekonsiliasi Penerimaan Bulan September 2026 Bersama Kepala P3D Wilayah Kabupaten Tasikmalaya

2 Oktober 2026 - 06:28 WIB

Jasa Raharja Bogor Sinergitas Optimalisasi Penelusuran KTMDU dan KBMDU melalui Rapat Evaluasi Samsat Kota Bogor

2 Oktober 2026 - 06:11 WIB

Sosialisasi Opsen Pajak dan Kepatuhan Pembayaran Pajak di Wilayah Kampus Horizon Karawang

1 Oktober 2026 - 23:14 WIB

Trending di Berita Daerah