Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Bandung · 28 Agu 2025 18:00 WIB

UPI Resmikan Migran Center oleh Menteri P2MI


					UPI Resmikan Migran Center oleh Menteri P2MI Perbesar

BANDUNG – Peresmian Migran Center Lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dilakukan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, pada Kamis (28/8/2025).

Pembukaan Migran Center UPI mendapat perhatian besar dari kalangan pemerintah yang hadir, salah satunya Menteri P2MI Abdul Kadir Karding.

Abdul menyebutkan, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri melalui Migran Center UPI merupakan jalur resmi melalui jalur pemerintah. Para lulusan UPI yang bekerja di luar negeri menjadi terlindungi dari risiko yang tidak diinginkan. 

“Kualitas dan kemampuan para lulusan UPI yang meminati kerja di luar negeri. Apalagi, UPI kini menjadi universitas terbaik di Indonesia dan urutan kelima terbaik di Asia tahun 2025,” kata dia.

Baca Juga :  UPI Tetapkan Pembebasan Biaya UKT kepada Olivia Yuliana yang Terdampak Banjir Bandang Sumatera Barat

Dia memberi gambaran perbandingan upah kerja atau gaji di luar negeri, misalnya di Korea lulusan SMP saja dirupiahkan minimal Rp 20 juta per bulan, di Jepang Rp 20-25 juta, di Kanada Rp 60-an juta, Australia, dan lainnya.

“Apalagi besaran bagi tenaga berkeahlian dengan pendidikan lebih tinggi sesuai pesanan perusahaan pengguna,” ujar Abdul.

Sementara itu, Rektor UPI Prof Didi Sukyadi menyebutkan pemerintah memberikan dukungan berupa pinjaman bank dengan bunga maksimal 6 persen.

“Secara hitungan, uang pinjaman itu bisa lunas hanya dalam waktu dua bulan kerja, sebab upah di luar negeri itu bagus,” ujar Prof Didi.

Baca Juga :  UPI Tambah Panel Surya bagi Warga Prasejahtera melalui Program LIMAR

Sebagai catatan, Migran Center UPI merupakan salah satu upaya UPI memikirkan agar para lulusannya mudah memperoleh pekerjaan.

Permintaan langsung dari sejumlah pihak di luar negeri bermunculan meminati banyak lulusan UPI yang kemudian pengiriman tenaga kerja bekerjasama dengan Kementerian P2MI agar resmi dan memperoleh perlindungan pemerintah. UPI tidak ingin para lulusannya kesulitan kerja, maka pilihan kerja di luar negeri dibuka lebar.

Migran Center UPI merupakan salah satu upaya perguruan tinggi ini untuk memanfaatkan berbagai peluang kerja, termasuk di luar negeri. Apalagi pada sejumlah negara, seperti Jepang, Korea, Arab Saudi, dsb, sudah ada peminat langsung terhadap lulusan UPI untuk jurusan keahlian tertentu. 

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Operasi Gabungan Tim Pembina Samsat Garut Dalam Rangka Peningkatan Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor

9 Juni 2026 - 18:45 WIB

Operasi Gabungan Tim Pembina Samsat Garut Dalam Rangka Peningkatan Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor

9 Juni 2026 - 18:45 WIB

Jasa Raharja dan Samsat Kab. Bekasi Gandeng Koperasi luncurkan Samkopi dan Samkopdes

9 Juni 2026 - 18:29 WIB

Jasa Raharja Dan Bpjs Ketenagakerjaan Karawang Perkuat Sinergi Percepatan Jaminan Pelayanan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

9 Juni 2026 - 15:41 WIB

Jasa Raharja Kanwil Jawa Barat dan DPD Organda Jawa Barat Bahas Peningkatan Pelayanan Keterjaminan Penumpang Umum

9 Juni 2026 - 07:51 WIB

Jasa Raharja Kanwil Jawa Barat dan Dishub Bandung Barat Laksanakan Uji Petik Angkutan Umum di Terminal Lembang

9 Juni 2026 - 07:48 WIB

Trending di Berita Daerah