Tahun ini, WJIS mengusung tema Strengthening Regional Resilience through Green Industry, Smart Investment and Inclusive Growth.
Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Jabar menawarkan 104 proyek investasi senilai Rp186,29 triliun. yang terdiri dari 41 proyek siap ditawarkan dan 63 potensi investasi baru.
“Kami menargetkan semua minat investasi yang muncul di forum ini bisa terealisasi dalam tiga hingga enam bulan ke depan,” kata Dedi.
Diperkirakan 600 peserta akan hadir di forum ini, termasuk 25 kedutaan besar dan 300 calon investor dari berbagai negara. Sejumlah proyek besar seperti pengelolaan limbah, kawasan industri, hilirisasi, hingga infrastruktur akan menjadi fokus penawaran.
“West Java Investment Summit sudah menjadi brand global. Banyak investor yang memandang Jabar sebagai lokasi strategis dengan dukungan infrastruktur, SDM unggul, dan kepastian kebijakan yang kuat,” katanya.
Ia optimistis, kehadiran investor baru seperti VinFast dan Great Giant Pineapple (GGP) di kawasan Rebana Metropolitan akan semakin memperkuat posisi Jawa Barat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi hijau dan industri masa depan.
“Jawa Barat bukan hanya pintu masuk investasi, tapi juga laboratorium pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” imbuhnya.
Deputi Kepala Bank Indonesia Jabar Muslimin Anwar menuturkan, proyek yang ditawarkan dalam WJIS merupakan stok potensi investasi yang memang disiapkan untuk jangka panjang.
“Jadi kita punya semacam stok yang kita jual. Anytime dia bisa mendapatkan jodohnya. Jadi di sini ada listingnya. Mungkin memang tidak realisasi sekarang, tapi kemudian hari. Siapa tahu nanti, walaupun tidak ada WJIS, mereka menindaklanjuti nanti,” terangnya.



























