Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Beranda · 26 Apr 2024 17:48 WIB

Bey Machmudin Minta BRT Dipersiapkan Secara Matang


					Bey Machmudin Minta BRT Dipersiapkan Secara Matang Perbesar

BANDUNG – Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin meminta bus rapid transit (BRT) dipersiapkan secara matang, dalam rapat pimpinan (Rapim) Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat 26 April 2024.

Bey Machmudin mengatakan, angkutan massal BRT yang diharapkan dapat mengurai kemacetan di Bandung Raya harus sudah mulai dikaji efektivitasnya.

Terlebih tahun ini empat koridor yaitu Alun-Alun Bandung-Kota Baru Parahyangan via Padalarang dan Stasiun KCJB Padalarang, koridor BEC-Baleendah, Cibiru-Kebonkalapa dan Stasiun KCJB Tegalluar-Stasiun Hall Bandung diantaranya sudah mulai beroperasi.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Buka Sayembara, Sebar Beasiswa Dokter Spesialis

“Saya minta yang sudah jalan menjadi dasar di evaluasi. Dari mulai pemanfaatan seperti apa, terus juga jangan hanya sekedar naruh mobil suruh jalan bolak-balik. Tapi dievaluasi, dilihat daerah mana yang paling memerlukan dari rute yang sudah ada,” ujarnya usai Rapim.

Tidak hanya itu, dia juga berharap nantinya BRT memiliki ruang kontrol dan alat pantau, guna mengawasi aktivitas angkutan massal tersebut di jalan raya. Sebab, jangan sampai kata dia kehadiran BRT tidak memberi dampak apa-apa dalam mengurai kemacetan Bandung Raya.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Bakal Coret Penerima Beasiswa Program JFLS 2024

“Jadi jangan sampai yang sudah ada, tidak jadi pelajaran untuk ke depan dan saya minta untuk BRT ke depan ada semacam control room. Jadi dipantau betul, pasang GPS dan sebagainya. Jadi ketahuan betul pergerakannya seperti apa dan berapa jarak antar bis harus diperhatikan betul,” ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, BRT akan menggunakan skema buy the service (BTS) atau membayar per kilometer tiap armada yang beroperasi pada operator yang dipilih dari e-catalog.

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Kanwil Jawa Barat dan Ditlantas Polda Jabar Matangkan Kolaborasi Hari Bhayangkara ke-80, Siapkan Pameran Traffic Accident Analysis (TAA) dan Program Polantas Menyapa Ojol

12 Juni 2026 - 19:35 WIB

Jasa Raharja Kanwil Jawa Barat Terima Kunjungan Kepala Bapenda Jawa Barat Bahas Program Kerja Samsat serta Langkah Strategis Peningkatan Pelayanan Masyarakat

12 Juni 2026 - 19:32 WIB

Kolaborasi Tim Pembina Samsat Depok dan Badan Keuangan Daerah dalam Sosialisasi Implementasi UU HKPD untuk Optimalisasi Pendapatan Daerah

12 Juni 2026 - 18:57 WIB

PT Jasa Raharja Koordinasi dengan Kanit Gakkum Polres Tasikmalaya untuk Percepatan Penanganan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

11 Juni 2026 - 19:15 WIB

Tim Pembina Samsat Kabupaten Cianjur Gelar Operasi Pajak Kendaraan Bermotor di Terminal Pasir Hayam dan Tugu Lampu Gentur

11 Juni 2026 - 19:12 WIB

Tingkatkan Kepatuhan Pajak, Tim Samsat Induk Indramayu dan Haurgeulis Gelar Koordinasi Teknis

10 Juni 2026 - 19:24 WIB

Trending di Berita Daerah