Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Bandung · 22 Agu 2025 19:37 WIB

Pemprov Jabar Buka Sayembara, Sebar Beasiswa Dokter Spesialis


					Pemprov Jabar Buka Sayembara, Sebar Beasiswa Dokter Spesialis Perbesar

Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku sudah meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, untuk melakukan seleksi terhadap dokter di kabupaten/kota, agar mengikuti program beasiswa dokter spesialis.

Dokter yang berada di desa, Puskesmas, maupun rumah sakit daerah milik pemerintah, berpeluang untuk mendapatkan kesempatan meningkatkan kapasitas mereka menjadi dokter spesialis.

Bahkan kata dia, disayembarakan secara terbuka agar para dokter di daerah dapat memanfaatkan beasiswa dokter spesialis ini. Tetapi tentunya lanjut dia, dengan sejumlah persyaratan.

Baca Juga :  Hadiri Rakor MUI Jabar, Pak Uu: Ulama dan Umara Harus Bersinergi

“Sekarang harus mulai diseleksi. Seleksinya apa? Emosionalnya, intelektualnya, kan harus tuh. Disayembarakan aja. Diumumin aja siapa yang berminat mengikuti program spesialis,” ujar Dedi di Kota Bandung, Jumat 22 Agustus 2025.

Persyaratan lainnya selain psikologis dan intelektual sambung dia, dokter tersebut harus sudah mengabdi di Puskesmas, rumah sakit pemerintah maupun dokter di daerah terpencil.

Baca Juga :  Jasa Raharja Cabang Cirebon Hadiri Rapat Forum Komunikasi Lalu Lintas Transportasi Berkeselamatan dan Kepatuhan Berlalu Lintas

“Nah ini diumumkan saja, kemudian nanti kita seleksi mana yang paling memiliki kecermatan, kecerdasan dan emosi yang sangat baik untuk menjadi seorang dokter spesialis,” ucapnya.

Setelah mereka merampungkan pendidikannya sebagai dokter spesialis kata Dedi, nereka diwajibkan kembali ke daerah asalnya.

“Dan prioritas adalah di daerah-daerah yang di daerah itu kekurangan dokter spesialis. Problem dari rumah sakit umum daerah semuanya ya dokter spesialis,” pungkasnya. 

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Sampaikan Nota Pembelaan, Mantan Kepala Unit BRI Surapati Yakin Tak Bersalah

6 Juni 2026 - 16:41 WIB

Jasa Raharja Tasikmalaya Bahas Strategi Kolaboratif Bersama Tim Pembina Samsat dan Pertamina Patra Niaga

6 Juni 2026 - 09:26 WIB

Dorong tertib Administrasi dan Perkuat Kolaborasi, Jasa Raharja Cabang Cirebon Bersama Tim Pembina Samsat Kuningan Melaksanakan Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor Di Kab Kuningan

5 Juni 2026 - 16:36 WIB

Jasa Raharja Purwakarta Perkuat Sinergi FLLAJ untuk Tekan Fatalitas Kecelakaan Lalu Lintas

5 Juni 2026 - 16:33 WIB

Tingkatkan Kepatuhan Pajak dan Validitas Data, Tim Samsat Induk Indramayu Gelar Koordinasi Tindak Lanjut Rekomendasi Pembina Samsat Nasional

5 Juni 2026 - 16:31 WIB

Jasa Raharja Sukabumi Dorong Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Melalui Program Sigap Dan Panah Pasopati

5 Juni 2026 - 16:28 WIB

Trending di Berita Daerah