Menu ✖

Mode Gelap
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

Bandung · 22 Agu 2025 19:37 WIB

Pemprov Jabar Buka Sayembara, Sebar Beasiswa Dokter Spesialis


					Pemprov Jabar Buka Sayembara, Sebar Beasiswa Dokter Spesialis Perbesar

Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku sudah meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, untuk melakukan seleksi terhadap dokter di kabupaten/kota, agar mengikuti program beasiswa dokter spesialis.

Dokter yang berada di desa, Puskesmas, maupun rumah sakit daerah milik pemerintah, berpeluang untuk mendapatkan kesempatan meningkatkan kapasitas mereka menjadi dokter spesialis.

Bahkan kata dia, disayembarakan secara terbuka agar para dokter di daerah dapat memanfaatkan beasiswa dokter spesialis ini. Tetapi tentunya lanjut dia, dengan sejumlah persyaratan.

Baca Juga :  Mengusung Program Creating Share Value, Bio Farma Bina Peternak Milenial

“Sekarang harus mulai diseleksi. Seleksinya apa? Emosionalnya, intelektualnya, kan harus tuh. Disayembarakan aja. Diumumin aja siapa yang berminat mengikuti program spesialis,” ujar Dedi di Kota Bandung, Jumat 22 Agustus 2025.

Persyaratan lainnya selain psikologis dan intelektual sambung dia, dokter tersebut harus sudah mengabdi di Puskesmas, rumah sakit pemerintah maupun dokter di daerah terpencil.

Baca Juga :  Soal Thrifting, Pemkot Bandung Ikuti Aturan Pemerintah Pusat

“Nah ini diumumkan saja, kemudian nanti kita seleksi mana yang paling memiliki kecermatan, kecerdasan dan emosi yang sangat baik untuk menjadi seorang dokter spesialis,” ucapnya.

Setelah mereka merampungkan pendidikannya sebagai dokter spesialis kata Dedi, nereka diwajibkan kembali ke daerah asalnya.

“Dan prioritas adalah di daerah-daerah yang di daerah itu kekurangan dokter spesialis. Problem dari rumah sakit umum daerah semuanya ya dokter spesialis,” pungkasnya. 

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

UPI Siapkan 1.000 Dosis Vaksin HPV, Perluas Pencegahan Kanker Serviks

22 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, TegaskanDaya Saing Ekspor Produk Kesehatan Indonesia

21 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Gerak Cepat, Jasa Raharja Terbitkan Jaminan Biaya Perawatan bagi 11 Korban KMP Batumandi

21 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Perkuat Sinergi Tim Pembina Samsat, PJ Samsat Ciamis Matangkan Persiapan Opsus untuk Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak

21 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Gelar Sosialisasi Safety Riding dan Pelatihan PPGD bagi Komunitas Ojek Online

21 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas Remaja, Jasa Raharja Purwakarta dan Unit Kamsel Polres Purwakarta Gelar Program PPKL di SMAN 1 Cibatu

21 Oktober 2026 - 07:50 WIB

Trending di Berita Daerah