Menu

Mode Gelap
12.519 Mahasiswa Baru UPI Ikuti MOKA-KU 2025 Kedai 181! Nikmati Bakmi hingga Ayam Tangkap Khas Aceh dengan Cita Rasa Autentik SBM ITB Raih Penghargaan Entrepreneurial Marketing: Campus for Impact ICMEM SBM ITB 2025: Membangun Keberlanjutan Industri di Indonesia Vera Deliana Rahayu: Anak Muda Harus Berani Inovasi di Industri Teh Lokal

Bandung · 22 Agu 2025 19:37 WIB

Pemprov Jabar Buka Sayembara, Sebar Beasiswa Dokter Spesialis


					Pemprov Jabar Buka Sayembara, Sebar Beasiswa Dokter Spesialis Perbesar

Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku sudah meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, untuk melakukan seleksi terhadap dokter di kabupaten/kota, agar mengikuti program beasiswa dokter spesialis.

Dokter yang berada di desa, Puskesmas, maupun rumah sakit daerah milik pemerintah, berpeluang untuk mendapatkan kesempatan meningkatkan kapasitas mereka menjadi dokter spesialis.

Bahkan kata dia, disayembarakan secara terbuka agar para dokter di daerah dapat memanfaatkan beasiswa dokter spesialis ini. Tetapi tentunya lanjut dia, dengan sejumlah persyaratan.

Baca Juga :  Hadapi Pilkada Serentak 2024, Pemprov Jabar Gelar Sosialisasi Terkait Netralitas ASN

“Sekarang harus mulai diseleksi. Seleksinya apa? Emosionalnya, intelektualnya, kan harus tuh. Disayembarakan aja. Diumumin aja siapa yang berminat mengikuti program spesialis,” ujar Dedi di Kota Bandung, Jumat 22 Agustus 2025.

Persyaratan lainnya selain psikologis dan intelektual sambung dia, dokter tersebut harus sudah mengabdi di Puskesmas, rumah sakit pemerintah maupun dokter di daerah terpencil.

Baca Juga :  Gubernur Ridwan Kamil Inspeksi Kebersihan Masjid Raya  Al Jabbar

“Nah ini diumumkan saja, kemudian nanti kita seleksi mana yang paling memiliki kecermatan, kecerdasan dan emosi yang sangat baik untuk menjadi seorang dokter spesialis,” ucapnya.

Setelah mereka merampungkan pendidikannya sebagai dokter spesialis kata Dedi, nereka diwajibkan kembali ke daerah asalnya.

“Dan prioritas adalah di daerah-daerah yang di daerah itu kekurangan dokter spesialis. Problem dari rumah sakit umum daerah semuanya ya dokter spesialis,” pungkasnya. 

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Dorong Transportasi Publik yang Berkeselamatan, Jasa Raharja Lakukan Kunjungan Kerja ke Perum DAMRI Station Kemayoran

18 Februari 2026 - 08:23 WIB

Mudik Gratis BUMN 2026 Resmi Dibuka, Jasa Raharja siapkan kuota untuk 23.500 Pemudik

18 Februari 2026 - 08:18 WIB

Operasi Gabungan Samsat Kabupaten Sukabumi I Cibadak  Dorong Kesadaran Pajak Kendaraan

18 Februari 2026 - 04:36 WIB

Tingkatkan Keselamatan di Tol Cipularang, Jasa Raharja Purwakarta Bersama Jasa Marga dan PJR Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Pengemudi Angkutan Barang

18 Februari 2026 - 04:23 WIB

KSPSI Jabar Gelar Munggahan dan Peringati HUT ke-53, Perkuat Sinergitas dengan Polda Jabar

17 Februari 2026 - 13:26 WIB

Kolaborasi Budaya Safety di Jalan Raya, Jasa Raharja Hadir di Tengah Komunitas Ojol Rawa Buaya, Jakarta

17 Februari 2026 - 04:32 WIB

Trending di Berita Daerah