CIMAHI – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) ingatkan jangan sembarang lakukan rekam jejak digital, kala menggelar nonton bareng bersama wali murid SD dan SMP se-Kota Cimahi, baru-baru ini.
Dalam nonton bareng bertajuk Hati-hati Rekam Jejak Digital, Kemenkominfo mengajak untuk meningkatkan literasi supaya lebih bijak di media sosial.
Pembicara dari Tular Nalar Mafindo Fidya Laela Sari mengatakan, sangat penting bagi anak usia dini mewaspadai bahaya rekam jejak digital, bila bersikap negatif.
Sebab itu, perhatian dari orangtua sangat penting supaya anak tidak terjebak dalam lingkar bahaya dunia digital.
“Media sosial menjadi pola prilaku baru. Jejak digital dapat digunakan sebagai bukti, baik positif maupun negatif. Maka dari itu, saring sebelum sharing,” ujarnya di hadapan puluhan ribu peserta di Hall Cimahi Techno Park, Kota Cimahi.
Materi etika, cakap digital, aman serta etika digital menjadi fokus utama dalam nonton bareng ini. Sebagai upaya Kemenkominfo dalam meningkatkan literasi digital masyarakat. Sebab ditargetkan di 2024, 50 juta masyarakat Indonesia #MakinCakapDigital.
Sementara pemateri lain dari PT Energi Mengikuti Imajinasi, Hayuning Sembada menuturkan bahwa era digital saat ini telah berkembang sangat massif.
“Tidak ada yang aman di media digital, karena semuanya terlalu mudah dan tidak selalu aman,” ucapnya.
Sedangkan Sekretaris Daerah Kota Cimahi Dikdik Nugrahawan menyampaikan, semua hal yang ada di dunia digital baik positif maupun negatif membutuhkan adaptasi.
“Akan tetapi, apakah anak-anak kita mampu melakukannya? Maka, persiapkanlah anak-anak kita dalam menghadapi era digital. Jangan sampai kehilangan privasi, jangan sampai percaya dengan hal-hal yang bersifat hoaks,” imbuhnya.



























